Berita

PM Australia Albanese Sampaikan Duka Cita atas Banjir Bandang di Sumatera dan Jawa Barat

Advertisement

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Sumatera dan Jawa Barat. Ia mendoakan para korban dan keluarga yang terdampak.

Duka Cita untuk Korban Bencana

“Saya menyampaikan belasungkawa Australia kepada rakyat Indonesia atas semua korban yang hilang dalam banjir dan tanah longsor yang tragis di Sumatra tahun lalu dan Jawa Barat baru bulan lalu. Pikiran kami bersama para korban dan keluarga mereka,” ujar Albanese saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Terima Kasih atas Dukungan Pasca-Serangan Bondi

Albanese juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas ucapan belasungkawa yang diberikan menyusul serangan di Pantai Bondi, Australia, pada Desember 2025. Ia mengenang kunjungan Presiden Prabowo ke Sydney pada November tahun lalu.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda, Presiden Prabowo dan rakyat Indonesia atas belasungkawa yang disampaikan kepada rakyat Australia menyusul serangan Bondi pada bulan Desember tahun lalu. Pada bulan November tahun lalu, saya mendapat kehormatan menjamu Anda di Sydney,” katanya.

Hubungan Bilateral yang Kuat

Lebih lanjut, Albanese menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diterimanya di Indonesia. Ia mengaku senang dapat kembali berkunjung ke Tanah Air untuk kelima kalinya sebagai Perdana Menteri Australia.

Advertisement

“Terima kasih Bapak Presiden, dan terima kasih atas kata-kata Anda yang murah hati dan sambutan Anda yang sangat hangat di sini, di Jakarta, sahabatku. Saya sangat senang bisa kembali ke sini untuk kunjungan kelima saya sebagai Perdana Menteri Australia,” ungkap Albanese.

Ia menegaskan komitmen Australia untuk terus membangun ikatan yang kuat dengan Indonesia, mengingat kedekatan geografis dan kemitraan strategis kedua negara.

“Tak ada negara yang lebih penting bagi Australia, atau bagi kemakmuran, keamanan, dan stabilitas Indo-Pasifik selain Indonesia,” tegasnya.

Advertisement