Peringatan Hari Desa Nasional akan kembali digelar pada 15 Januari 2026. Puncak acara tahun ini dijadwalkan berlangsung di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Momen ini menjadi pengingat akan peran vital desa dalam pembangunan bangsa.
Asal-usul Penetapan Hari Desa Nasional
Penetapan tanggal 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2024. Keputusan ini menegaskan kembali kedudukan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Dalam Keppres tersebut, disebutkan bahwa desa memiliki peran penting dalam pemerataan kesejahteraan dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penetapan hari khusus ini bertujuan untuk memperkuat peran desa sebagai subjek pembangunan, pusat pertumbuhan, dan kebudayaan daerah, serta mempublikasikan kemajuan yang telah dicapai.
Momentum diundangkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada 15 Januari 2014 menjadi landasan hukum yang memberikan kejelasan status dan kepastian hukum bagi desa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Perlu dicatat, Hari Desa Nasional yang diperingati setiap 15 Januari bukanlah hari libur nasional.
Tema dan Logo Hari Desa Nasional 2026
Untuk Hari Desa Nasional 2026, tema yang diangkat adalah “Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”. Tema ini mencerminkan semangat pembangunan yang dimulai dari desa untuk kemajuan Indonesia secara keseluruhan.
Visual logo Hari Desa Nasional 2026 menampilkan elemen rantai berwarna biru dan emas. Menurut informasi dari akun Instagram @haridesanasional2026, logo ini sarat makna.
Filosofi Logo Hari Desa Nasional 2026
Rantai biru dan emas dalam logo melambangkan kekuatan, persatuan, dan kemajuan. Perpaduan kedua warna ini merepresentasikan semangat “Transformasi Kemandirian Desa, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.
- Warna biru melambangkan stabilitas, inovasi, serta semangat transformasi desa yang tangguh dan terbuka terhadap perubahan menuju kemajuan berkelanjutan.
- Warna emas merepresentasikan kemakmuran, kemandirian, dan kejayaan bangsa sebagai hasil nyata dari desa yang berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Logo ini secara keseluruhan menegaskan bahwa kemajuan bangsa Indonesia berawal dari desa yang kuat, saling terhubung, dan bergerak bersama menuju visi Indonesia Emas 2045.





