Berita

Perbedaan 1 Ramadan 1447 H, Ketua Komisi VIII DPR: Mari Saling Menghargai

Advertisement

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menekankan pentingnya menyikapi perbedaan dalam penetapan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah dengan bijak. Ia berharap perbedaan tersebut tidak sampai memecah belah persatuan bangsa.

Sikap Menghargai Perbedaan

“Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama tadi, karena diksi untuk menetapkan beribadah ini berbagai cara memandang, masih memungkinkan terjadinya perbedaan. Oleh karena itu, perbedaan ini tidak menjadikan kita tercerai-berai. Mari kita saling menghargai,” ujar Marwan dalam jumpa pers penetapan 1 Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Marwan melanjutkan, dalam diskusi dan Sidang Isbat yang berlangsung hari ini, telah terlihat upaya Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar untuk menyatukan perbedaan pandangan. Hal ini penting mengingat seringkali terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan.

Upaya Penyatuan Pandangan

“Tapi di dalam diskusi tadi ada pandangan, ke depan Bapak Menteri Agama berupaya untuk mempertemukan cara pandang untuk penetapan 1 Ramadan,” jelas Marwan.

Advertisement

Ia menambahkan, berdasarkan penjelasan Menag, kalender global yang berpusat di Turki belum mengkonfirmasi kemungkinan terlihatnya hilal pada esok hari. “Karena itu, sebagai Ketua Komisi VIII, kami nanti mendukung untuk mempertemukan cara pandang sehingga kita bisa sama-sama melaksanakan ibadah, terutama Ramadan maupun nanti Syawal,” imbuhnya.

Fokus Beribadah dan Membangun Bangsa

Oleh karena itu, Marwan mengimbau seluruh umat muslim di Indonesia untuk memfokuskan diri pada ibadah daripada memperdebatkan perbedaan penetapan awal Ramadan. Baginya, hal ini sejalan dengan upaya membangun bangsa yang lebih baik.

“Kami mengimbau umat muslim Indonesia, mari kita beribadah dengan khusyuk, memperbanyak amal ibadah, mudah-mudahan kita menjadi yang semakin membaik dengan berpuasa secara ikhlas dan jujur dan menjadi pijakan kita untuk menata bangsa ke depan,” pungkasnya.

Advertisement