Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan perbedaan mencolok kondisi jalan di perbatasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan Kabupaten Lebak, Banten. Jalan di sisi Bogor tampak sudah mulus diaspal lengkap dengan marka, sementara di sisi Lebak masih berupa tanah merah. Kondisi ini memicu sorotan publik terhadap pembangunan infrastruktur di kedua wilayah tersebut.
Respons Gubernur Banten
Menanggapi viralnya video tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa perbaikan jalan di wilayah Lebak sedang dalam proses. Ia menjelaskan bahwa pengerasan jalan tersebut merupakan bagian dari persiapan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas bencana longsor tahun 2020 di Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, yang saat ini menempati hunian sementara (huntara).
“Kami sedang mengerjakan, seperti yang pernah kami janjikan, yaitu pengerasan jalan. Karena wilayah tersebut masuk kawasan Taman Nasional, karena itu perlu dikoordinasikan,” ujar Andra, Selasa (13/1/2026). Ia menambahkan bahwa proses pengerasan jalan sedang dijalankan, namun sempat mengalami kendala yang menyebabkan keterlambatan.
“Pengerasan jalan itu menjadi tanggung jawab kami, sesuai janji kami. Saat ini jalannya sedang dikerjakan. Namun kemarin aksesnya harus memutar karena ada pengerjaan dari wilayah Kabupaten Bogor,” jelasnya. Andra juga menyebutkan bahwa pengerjaan pengerasan jalan sudah dimulai sejak tahun lalu, namun sempat terhambat karena kelangkaan material.
Pembangunan Hunian Tetap
Asisten Daerah 1 Provinsi Banten, Komarudin, menambahkan bahwa pembangunan huntap bagi para penyintas bencana longsor direncanakan akan dikerjakan pada tahun 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP). Program ini sudah dirancang dan dianggarkan.
“Programnya sudah dirancang dan pada 2026 ini sudah dianggarkan di Kementerian PKP,” kata Komarudin. Ia memastikan bahwa huntap akan dibangun di lokasi yang tidak jauh dari huntara saat ini dan memiliki luas yang memadai untuk menampung seluruh pengungsi.
“Kalau luas persisnya harus dicek di data ya, tapi kurang lebih hampir 300 KK yang akan ditangani,” ungkapnya.




