Polisi mengamankan enam pelajar SMP di Jalan Raya Transyogi Cariu-Cianjur, Cariu, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (22/2/2026) dini hari karena terlibat dalam aksi tawuran menjelang sahur. Petugas juga menyita barang bukti berupa satu buah sarung yang telah diisi batu dan dililit, yang diduga akan digunakan sebagai senjata dalam ‘perang sarung’.
Kronologi Penangkapan
Kapolsek Cariu Kompol Agus Hidayat menjelaskan bahwa keenam remaja tersebut diamankan sebagai respons terhadap laporan warga mengenai adanya konsentrasi massa yang berpotensi menimbulkan tawuran. Kejadian bermula sekitar pukul 01.30 WIB.
“Mengamankan enam orang remaja yang masih berstatus pelajar tingkat menengah. Petugas juga menemukan barang bukti berupa satu buah sarung yang sudah dililit sedemikian rupa dan diisi batu di dalamnya, diduga untuk digunakan sebagai senjata,” ujar Kompol Agus Hidayat.
Tim patroli rutin menjelang sahur mendapati adanya tawuran perang sarung yang melibatkan kelompok remaja dari Kampung Tanggulun dan Kampung Pahae. Petugas segera bergerak cepat untuk membubarkan massa guna mencegah korban.
“Saat melaksanakan patroli rutin menjelang sahur, tim kami mendapati adanya tawuran perang sarung yang melibatkan kelompok remaja dari Kampung Tanggulun dan Kampung Pahae. Petugas di lapangan langsung bergerak cepat melakukan pembubaran guna mencegah jatuhnya korban jiwa maupun luka,” jelas Agus.
Pembinaan dan Imbauan
Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Keenam remaja yang diamankan langsung dibawa ke Mapolsek Cariu untuk mendapatkan pembinaan dan pendataan lebih lanjut.
Kompol Agus Hidayat mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan di malam hari hingga menjelang subuh. Ia menekankan pentingnya peran serta orang tua dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Tidak ada korban luka dalam kejadian ini. Enam remaja tersebut langsung kami bawa ke Mapolsek Cariu untuk diberikan pembinaan serta pendataan lebih lanjut,” imbuhnya.
“Kami meminta peran serta orang tua dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Jangan biarkan anak-anak kita berkeliaran di jam malam karena sangat rentan terlibat aksi tawuran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Agus.





