Seorang pria berusia 59 tahun bernama Suparman ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di sebuah rumah yang dijaganya di kawasan perumahan Cilegon pada Selasa (10/2/2026) pagi. Korban ditemukan oleh anaknya yang sedang mencari keberadaannya.
Anak korban, Novan, bersama ibunya, memanjat pagar rumah dan mengintip dari jendela karena pintu terkunci dari dalam. Mereka kemudian menemukan Suparman dalam keadaan tewas gantung diri. “Novan (anak korban) bersama ibunya memanjat pagar rumah, kemudian mengintip dari jendela dikarenakan pintu terkunci dari dalam selanjutnya melihat keadaan korban sudah gantung diri,” ujar Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, Selasa (10/2/2026).
Menurut keterangan keluarga, Suparman bekerja sebagai penjaga rumah tersebut. Rumah itu diketahui milik seorang pensiunan di Cilegon. Saksi Soleha, yang bekerja sebagai pembantu bersih-bersih di rumah kosong tersebut bersama korban, menyatakan bahwa kunci rumah dipegang oleh dirinya dan korban.
Keterangan sementara dari pihak kepolisian, korban diduga mengalami depresi akibat meninggalnya orang tuanya sekitar satu minggu sebelum kejadian. Hasil pemeriksaan sementara pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
“Berdasarkan keterangan saksi selaku anak, korban meninggal dengan gantung diri diduga karena faktor depresi perihal sekira 1 minggu yang lalu orang tuanya meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tutur AKP Sigit Dermawan.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.






