Manajer Liverpool, Arne Slot, secara tegas menyatakan bahwa musim yang dijalani timnya pantas disebut gagal apabila tidak berhasil menembus zona Liga Champions. Pernyataan ini muncul di tengah performa Liverpool yang dinilai sedang angin-anginan di Premier League.
Performa Inkonsisten di Liga Inggris
Sejak pergantian tahun, The Reds hanya mampu meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga Inggris. Rentetan hasil minor ini diperparah dengan dua kekalahan dalam tiga laga teranyar, termasuk kekalahan dramatis 1-2 dari Manchester City. Akibatnya, Virgil van Dijk dan kawan-kawan kini tertahan di papan tengah klasemen dengan mengumpulkan 39 poin. Mereka tertinggal lima poin dari Manchester United yang menduduki peringkat keempat.
Meskipun demikian, Liverpool masih memiliki 13 pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisinya di klasemen. Harapan untuk finis di zona Liga Champions masih terbuka lebar.
Dampak Finansial Liga Champions
Arne Slot tidak menampik bahwa kualifikasi ke Liga Champions memiliki dampak finansial yang signifikan terhadap rencana belanja klub. Ia mengakui bahwa kegagalan menembus kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa tersebut akan menjadi sebuah kegagalan musim yang tidak dapat diterima.
“Ya, jika kami tidak berlaga di Liga Champions, maka jelas itu adalah musim yang tidak dapat diterima,” ujar Slot dikutip dari Sky Sports. Ia menambahkan, “Di musim saya datang ke sini, kami hanya merekrut Federico Chiesa dan saat itu adalah setelah satu musim di Liga Europa. Jadi hal ini memang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam bagaimana klub ini dijalankan, sehingga itu jelas.”
Slot menegaskan, “Saya sepenuhnya sadar dengan hal ini.”
Ujian Berikutnya
Upaya Liverpool untuk terus membuka peluangnya finis di empat besar akan segera diuji. Laga tandang ke markas tim peringkat sembilan, Sunderland, pada Kamis (12/2) dini hari WIB, akan menjadi penentu langkah selanjutnya bagi The Reds.






