Berita

Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Meluas 22,5 Km Akibat Kebakaran Pabrik

Advertisement

Tangerang Selatan – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengonfirmasi bahwa pencemaran pestisida akibat kebakaran pabrik di kawasan pergudangan Serpong, Kota Tangerang Selatan, telah meluas hingga 22,5 kilometer di Sungai Cisadane. Peristiwa ini berdampak serius pada ekosistem perairan dan masyarakat sekitar.

Dampak Luas dan Identifikasi Kerusakan

Menurut keterangan resmi KLH pada Kamis (12/2/2026), pencemaran tersebut mencakup wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Dampak yang teridentifikasi meliputi kematian berbagai biota akuatik, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.

Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) KLH telah mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane. Sepuluh sampel ikan mati juga dikumpulkan untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan terhadap air Sungai Jaletreng, air tanah, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.

Imbauan dan Penanganan Darurat

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai untuk tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. “Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” ujar Hanif.

Hanif menambahkan bahwa sekitar 20 ton pestisida milik PT Biotek Saranatama, yang merupakan jenis sipermetrin dan profenofos, telah terbakar. “Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.

Advertisement

Koordinasi Pemerintah Daerah

Kebakaran pabrik pestisida di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, terjadi pada Senin (9/2). Api berhasil dipadamkan setelah 7 jam penanganan, bahkan memerlukan penggunaan dua truk pasir untuk memadamkan bahan kimia yang terbakar.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memantau dampak pencemaran di Sungai Jaletreng. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, memastikan pasokan air bersih bagi warga tetap aman. “Pemerintah Kota telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola air bersih, untuk memastikan keamanan distribusi,” kata Benyamin kepada wartawan, Rabu (11/2).

Pemkot Tangsel juga telah menyiagakan tangki air untuk disalurkan kepada warga yang terdampak. “Dinas Perkimta bersama BPBD sudah menyiagakan armada truk tangki air bersih untuk menyuplai kebutuhan warga secara gratis,” tambah Benyamin.

Advertisement