Kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang berlokasi di Jalan Kutai Utara No 1, kini ditandai dengan nama ‘Tembok Ratapan Solo’ di Google Maps. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menilai pemberian nama unik ini merupakan kreativitas dari para netizen.
Kreativitas Netizen dan Keramaian Rumah Jokowi
“He he he, baru dengar saya. Memang kreatif netizen kita,” ujar Grace Natalie saat dihubungi, Rabu (18/2/2025). Ia menambahkan bahwa rumah Jokowi memang tidak pernah sepi dari kunjungan warga. Banyak masyarakat yang datang untuk bertemu, bersalaman, atau berfoto dengan mantan presiden tersebut, terutama setelah beliau purnatugas.
“Rumah Pak Jokowi memang tidak pernah sepi pengunjung, selalu saja ada warga yang ingin bertemu Bapak, untuk salaman, berfoto, melepas kangen karena Bapak sudah purnatugas,” jelas Grace.
Menurut Grace, fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa Jokowi masih dicintai oleh masyarakat luas.
Viral Video dan Penandaan di Google Maps
Penamaan ‘Tembok Ratapan Solo’ di Google Maps merujuk pada kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Fenomena ini semakin diperkuat dengan beredarnya video seorang pemuda yang beraksi seolah meratap di depan gerbang rumah tersebut. Salah satu video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @indopium.
“Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z,” tulis akun @indopium, seperti dilansir detikJateng, Senin (16/2/2026).
Respons Ajudan Presiden
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku telah mengetahui penamaan unik tersebut di platform digital. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah Jokowi sendiri sudah mengetahui hal ini.
“Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya,” kata Syarif saat dihubungi.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan untuk meminta perubahan nama di Google Maps, Syarif enggan berkomentar lebih lanjut. Ia secara pribadi menyatakan tidak merasa tersinggung dengan label tersebut.






