Berita

Pemuda Hindu: Polri di Bawah Presiden Paling Ideal, Amanat Konstitusi dan Penguatan Negara

Advertisement

Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menegaskan bahwa posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden merupakan pilihan paling ideal dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurutnya, kedudukan ini telah dirancang secara konstitusional dan historis untuk menjaga stabilitas serta efektivitas penegakan hukum.

Posisi Ideal Polri di Bawah Presiden

Yoga Saputra menyatakan, “Posisi Polri di bawah Presiden adalah yang paling ideal. Presiden sebagai kepala pemerintahan memegang kendali langsung atas institusi strategis negara di bidang keamanan dan penegakan hukum. Ini penting untuk menjaga stabilitas, efektivitas, dan akuntabilitas Polri.” Pernyataan ini disampaikan Yoga dilansir dari Antara pada Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan bahwa pengaturan ini memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas dalam ketatanegaraan Indonesia. Kedudukan Polri di bawah Presiden diatur dalam Pasal 7 TAP MPR Nomor VII/MPR/2000 dan diperkuat melalui berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Secara hukum, posisi Polri di bawah Presiden bukan pilihan politis, melainkan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Karena itu, wacana menempatkan Polri di bawah kementerian tidak memiliki dasar hukum yang kuat,” tegas Yoga.

Potensi Masalah Penempatan di Bawah Kementerian

Lebih lanjut, Yoga Saputra menilai bahwa penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan persoalan serius dalam tata kelola negara. Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya melemahkan Polri sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga melemahkan kewibawaan Presiden dan negara.

“Jika Polri berada di bawah kementerian, maka rantai komando menjadi panjang dan tidak efektif. Ini melemahkan Polri, melemahkan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi, dan pada akhirnya melemahkan negara,” ujar Yoga.

Menurutnya, penempatan Polri di bawah Presiden memberikan garis komando yang tegas, memperkuat koordinasi nasional, serta menjaga Polri tetap profesional dan independen dalam menjalankan tugasnya.

Advertisement

“Polri harus berdiri sebagai institusi yang kuat, profesional, dan independen. Menempatkan Polri langsung di bawah Presiden adalah desain yang paling tepat untuk memastikan fungsi tersebut berjalan optimal,” katanya.

Penolakan Wacana dan Dukungan Konstitusi

Atas dasar pertimbangan tersebut, Yoga Saputra secara tegas menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Ia menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan konsisten menjalankan amanat konstitusi dan menjaga sistem ketatanegaraan yang telah disepakati pasca-reformasi.

“Peradah Indonesia berpandangan, menjaga Polri tetap berada di bawah Presiden adalah bagian dari menjaga kekuatan negara dan demokrasi itu sendiri,” ujar Yoga.

Sebelumnya, Peradah Indonesia juga telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto perihal dukungan penegakan supremasi sipil dan penguatan Polri. Surat tersebut dikirimkan menyusul berkembangnya wacana publik soal kemungkinan Polri berada di bawah kementerian.

“Atas dasar pertimbangan hukum, supremasi sipil dan juga penguatan institusi kami Peradah mengirimkan surat kepada bapak Presiden sebagai bentuk sikap kami,” kata Yoga.

Simak juga video terkait: Paripurna DPR Putuskan Polri Tetap di Bawah Presiden.

Advertisement