Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memberikan peringatan tegas mengenai konsumsi ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di sungai dan kali ibu kota. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menegaskan bahwa ikan sapu-sapu yang ditangkap dari perairan tercemar di Jakarta tidak aman untuk dikonsumsi manusia.
Risiko Kesehatan Akibat Logam Berat dan Patogen
Secara biologis, ikan sapu-sapu memang dapat dikonsumsi asalkan berasal dari budidaya yang terkontrol dan telah melalui pengawasan mutu pangan yang ketat. Namun, ikan liar yang hidup di sungai tercemar berpotensi tinggi mengandung berbagai zat berbahaya. Hasudungan merinci, “Di sungai yang tercemar, kandungan logam berat dan cemaran biologis pada ikan sapu-sapu sangat tinggi. Konsumsi ikan ini bisa menyebabkan keracunan kronis jika dikonsumsi secara rutin.”
Logam berat yang dimaksud meliputi timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan arsen (As). Selain itu, ikan liar juga berisiko membawa bakteri dan parasit patogen yang dapat membahayakan kesehatan. Ia menambahkan bahwa konsumsi ikan liar seperti ini tidak melalui sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan, sehingga tidak memenuhi standar nasional (SNI) untuk batas maksimum kontaminan.
Berbeda dengan ikan budidaya yang memiliki jaminan kualitas air dan keamanan, ikan liar dari sungai tidak memiliki kepastian tersebut. Hal ini membuat konsumsinya menjadi sangat berisiko.
Imbauan untuk Pedagang dan Masyarakat
Lebih lanjut, Hasudungan mengimbau para pedagang makanan serta seluruh masyarakat untuk tidak memanfaatkan ikan sapu-sapu dari perairan tercemar sebagai bahan pangan. Sebagai alternatif, ikan jenis ini disarankan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak non-konsumsi atau diolah menjadi pupuk.
“Melalui poster dan media sosial, kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan dari sungai yang tercemar. Keselamatan kesehatan harus menjadi prioritas,” ungkap Hasudungan.
Mengingat kondisi sungai di Jakarta yang masih tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, KPKP menekankan bahwa menghindari konsumsi ikan liar merupakan langkah paling aman bagi kesehatan masyarakat. Edukasi ini juga diperkuat melalui berbagai materi publikasi untuk meningkatkan kesadaran publik.






