Berita

Pemprov DKI Jadwalkan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Pekan Depan

Advertisement

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang-tiang sisa proyek monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu pekan depan. Langkah ini diambil menyusul instruksi langsung dari Gubernur DKI Jakarta.

Pembongkaran Dimulai Rabu Depan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan instruksi tersebut. “Pak Gubernur menyampaikan, kemarin pada saat rapim, minta minggu depan dibongkar. Insyaallah hari Rabu kalau tidak berubah,” ujar Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Heru menegaskan bahwa seluruh persyaratan administrasi dan teknis untuk pembongkaran telah rampung. Fokus utama penataan ulang akan dilakukan pada sisi timur Jalan HR Rasuna Said, yang selama ini terganggu oleh keberadaan tiang-tiang monorel.

“Kalau kami sih sudah siap saja. Karena permintaan Pak Gub hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu,” imbuhnya.

Targetkan Minimal Gangguan Lalu Lintas

Menurut Heru, terdapat total 98 tiang monorel yang tersebar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dan akan dibongkar secara bertahap. Proses pembongkaran ini dirancang untuk meminimalkan dampak pada arus lalu lintas.

“Kita tidak menutup jalan. Jalur cepat tetap dibuka penuh. Memang agak terganggu sedikit di jalur lambat,” jelas Heru.

Untuk mengurangi kemacetan, pembongkaran rencananya akan dilaksanakan pada malam hari. Tahap awal pengerjaan akan melibatkan petugas dari Dinas Bina Marga.

Advertisement

“Awal kita pakai satgas kita. Bina Marga harus siap,” tegasnya.

Penataan Ulang Jalan dan Trotoar

Setelah tiang-tiang tersebut dibongkar, Pemprov DKI akan segera melakukan penataan ulang jalan dan trotoar di sisi timur Rasuna Said agar selaras dengan sisi barat. Perubahan ini akan menghilangkan pemisahan antara jalur cepat dan jalur lambat.

“Jadi jalannya nanti nyatu. Sama seperti Rasuna Said sisi barat, ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler,” terang Heru.

Anggaran sekitar Rp 100 miliar dari APBD 2026 telah disiapkan untuk penataan jalan dan trotoar sepanjang 3,5 kilometer tersebut.

Aset Tiang Monorel Milik Adhi Karya

Sementara itu, tiang-tiang monorel yang dibongkar akan tetap menjadi aset PT Adhi Karya, selaku kontraktor pelaksana proyek. Pemprov DKI akan mengembalikan komponen tiang tersebut kepada Adhi Karya setelah proses pembongkaran selesai.

“Tiangnya aset Adhi Karya, tanahnya aset Pemprov. Kalau sudah dibongkar, besi-besinya kita kembalikan ke Adhi Karya. Detailnya nanti akan kita rapatkan,” pungkasnya.

Advertisement