Kabupaten Bekasi, Jawa Barat – Penemuan cacahan yang diduga uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kabupaten Bekasi akhirnya mendapat tanggapan dari pemilik lahan. Santo (65), pemilik lahan, mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul tumpukan sampah kertas tersebut.
Pemanfaatan Urukan Lahan
Santo menjelaskan bahwa berkarung-karung sampah potongan kertas yang ditemukan di lahannya itu dimanfaatkan untuk menguruk lahan yang kini digunakan sebagai tempat pemilahan sampah. Ia mengaku membutuhkan urukan untuk lahannya dan tidak mampu jika harus menggunakan biaya sendiri.
“Awalnya saya memang butuh urukan. Kalau harus pakai biaya sendiri, saya nggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya nggak tahu kalau itu potongan uang,” kata Santo, dilansir Antara, Kamis (5/2/2026).
Menurut Santo, pembuangan cacahan kertas tersebut dilakukan oleh seseorang berinisial KS menggunakan mobil dump truck sejak sekitar enam bulan terakhir. Pembuangan tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya sewaktu-waktu.
TPS Liar Ditutup
Santo menambahkan, TPS liar di lahannya kini telah ditutup setelah kasus ini menjadi sorotan publik di media sosial. Aktivitas pembuangan di lahan tersebut telah dihentikan.
“Setelah kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pembuangan di lahan saya telah dihentikan. Sekarang tutup, kalau memang ada barang tidak diperbolehkan, ya kita tutup,” ujarnya.
Tindakan DLH dan Temuan Lain
Juru bicara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menyatakan bahwa TPS liar tersebut pernah ditindak sebelumnya.
“Jadi, jauh hari sebelum sampah lokasi TPS liar di Desa Taman Rahayu itu, pernah kami sikapi berupa penutupan, pemasangan banner, kirim surat, dan lain-lain,” jelas Dedi.
Terkait temuan cacahan diduga uang kertas, Dedi menjelaskan bahwa DLH Kabupaten Bekasi sempat mendampingi Kementerian LH Direktorat PLB3 ke TPS liar milik H Santo pada Jumat (30/1). Awalnya, DLH ingin mengecek kabar adanya limbah medis yang dibuang di TPS liar tersebut.
“Yang minggu kemarin sempat ramai itu kita pendampingan dari Gakkum Kementerian LH. Temuannya itu, awalnya sampah medis, ternyata tidak ditemukan,” kata Dedi.
Saat dilakukan pengecekan, ditemukan bungkusan plastik berwarna kuning yang diduga berisi limbah medis seperti perban bekas luka hingga bekas infus. Namun, setelah diperiksa, isi plastik kuning tersebut ternyata sampah organik.
“Waktu kita cross-check ke lapangan, sewaktu sidak, itu isinya sampah organik, seperti wortel, kangkung, dan sebagainya, yang dijadikan untuk bahan pakan magot,” ucapnya.
Dalam penyisiran TPS liar tersebut, kemudian ditemukan cacahan kertas berwarna merah dan biru yang diduga uang Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.
(Lihat juga Video: Viral Cacahan Kertas Diduga Uang Rp 100 Ribu di TPS Liar Bekasi)






