Pemerintah Indonesia akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta, serta mengoptimalkan mobilitas masyarakat selama periode mudik lebaran.
Skema WFA dan Tanggal Penerapan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa skema WFA akan diterapkan pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. “Pemerintah menerapkan skema kerja Work From Anywhere, bukan libur ya, ini clear Work From Anywhere atau Flexible Working Arrangement. Itu tanggalnya 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2/2026).
Airlangga menjelaskan bahwa penetapan WFA ini dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan selama libur hari besar keagamaan Idul Fitri. “Memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur hari besar keagamaan Idul Fitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk ASN dan juga untuk pekerja swasta,” jelasnya.
Stimulus Ekonomi dan Dorongan Mobilitas
Selain kebijakan WFA, pemerintah juga akan meluncurkan program stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi menjelang Idul Fitri. Pemberian diskon ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sebagaimana terbukti pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
“Terbukti di periode yang lalu termasuk Nataru, meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin, sampai dengan 5,39 (persen),” ungkap Airlangga.
Proyeksi Peningkatan Mobilitas Masyarakat
Pemerintah memperkirakan akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan pada periode Lebaran 2026. Angka mobilitas pada Lebaran 2025 tercatat mencapai 154,62 juta orang, sementara pada libur Nataru 2025 mencapai 110,43 juta orang. Secara keseluruhan, mobilitas masyarakat pada tahun 2025 meningkat sebesar 5,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) mencapai 1,41 juta orang, dan wisatawan nusantara (Wisnus) sebanyak 105,98 juta orang. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar dalam mendorong aktivitas ekonomi melalui peningkatan pergerakan masyarakat.






