CILEGON, Banten – Jajaran Kepolisian Daerah Banten berhasil menangkap pelaku tunggal pembunuhan terhadap anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman di Cilegon, berinisial HA (31). Motif pelaku melakukan aksi keji tersebut diduga kuat dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi, dengan modus operandi melakukan pencurian di rumah yang dijadikan sasaran secara acak.
Modus Operandi Pencurian
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menjelaskan bahwa pelaku HA beraksi sendirian. Ia mendatangi rumah-rumah secara acak dan memencet bel berulang kali. “Pelaku ini adalah pelaku tunggal, kemudian melakukan pencurian di rumah yang jadi sasaran secara acak, modusnya adalah yang bersangkutan memencet bel. Memencet bel sampai dengan tiga kali sampai dengan empat kali, apabila tidak ada yang merespons dianggapnya itu adalah rumah kosong, sehingga yang bersangkutan akan meloncat pagar dan melakukan aksinya,” ujar Dian di Polres Cilegon, Banten, Senin (05/01/2026).
Lebih lanjut, Dian mengungkapkan bahwa pelaku telah merencanakan aksinya dengan matang, termasuk menyiapkan skenario jika bertemu dengan penghuni rumah. “Apabila dibel itu ada orang yang menemuinya mereka akan pura-pura menanyai alamat,” tuturnya.
Kronologi Kejadian
Rumah politikus PKS tersebut merupakan lokasi pertama yang menjadi target pencurian pelaku. Kejadian nahas itu terjadi saat kondisi cuaca sedang hujan lebat. “Yang pertama TKP satu, kejadian kurang lebih durasi pukul 13.17-13.42, yang mana pada saat itu kondisi hujan lebat. Pelaku mendatangi ke TKP satu, memencet bel sebanyak 4 kali, tidak ada respons kemudian pelaku memencet melalui tiang di samping pos satpam,” jelas Dian.
Setelah berhasil masuk, pelaku bergerak menuju lorong di sebelah kiri rumah utama dan mencongkel jendela kamar pembantu yang terletak di bagian kiri rumah. Diduga pelaku mengenakan masker, helm full face, dan sarung tangan saat melancarkan aksinya.
Aksi di Lantai Dua dan Penusukan
Setibanya di lantai satu, pelaku mengincar sebuah brankas besar yang pintunya dalam kondisi terbuka. Namun, setelah berusaha mengotak-atik brankas tersebut dan bahkan menggesernya, pelaku tidak berhasil mengambil isinya. Ia kemudian memutuskan naik ke lantai dua.
Di lantai dua, pelaku bertemu dengan korban di kamarnya. Terjadi percakapan singkat di mana pelaku menanyakan kunci brankas. Korban sempat melakukan perlawanan, namun pelaku melakukan penusukan berkali-kali hingga korban meninggal dunia. “Setelah melakukan penusukan, yang bersangkutan kembali turun ke lantai satu tempat brankas tadi,” pungkasnya.






