Berita

Pegawai KKP Korban Pesawat Jatuh di Pangkep Ternyata Warga Bogor

Advertisement

Ferry Irawan, salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di Gunung Bulusaurung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ternyata merupakan warga Kota Bogor, Jawa Barat. Ia bersama keluarga diketahui tinggal di Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan.

Kesaksian Ketua RT

Ketua RT6, Ari Fakhrizal, membenarkan informasi tersebut. “Betul memang kebetulan warga kami yang bernama Ferry Irawan betul ada berlokasi di tempat kami. Kami dapatkan informasi itu sore hari pukul 17.00 terkait dengan warga kami, atas nama Ferry Irawan, itu adalah salah satu penumpang pesawat yang jatuh tersebut,” ujar Ari saat ditemui di rumahnya, Minggu (18/1/2026).

Rumah Ferry Irawan yang berlokasi di Kelurahan Cikaret tampak sepi. Gerbang rumah bercat putih itu digembok. Ari Fakhrizal mengatakan, informasi mengenai Ferry Irawan yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 didapatnya dari warga lain yang juga merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Saat ini, istri dan dua anak Ferry Irawan sedang berada di rumah orang tua Ferry di Bekasi, Jawa Barat. “Tinggalnya sehari-hari memang disini, karena istrinya juga kan kerjanya disini, tinggal sama istri dan anak-anaknya. Anaknya dua, satu sudah SMP satu masih SD,” kata Ari.

“Jadi sekarang keluarganya (anak dan istri) semua di Bekasi, ke rumah orangtua dari Pak Ferry Irawan, menunggu informasi lebih lanjut terkait kecelakaan pesawat ini,” imbuhnya.

Duka Cita Menteri KKP

Sebelumnya, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono telah menyampaikan duka cita atas dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan. Ia mengkonfirmasi bahwa ada tiga pegawai KKP yang berada di dalam pesawat tersebut.

Advertisement

“Kehadiran kami saat ini adalah melakukan klarifikasi terkait adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai logo KKP, perlu disampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut,” kata Trenggono saat konferensi pers, Sabtu (17/1).

Trenggono menjelaskan ketiga pegawai KKP tersebut sedang melaksanakan tugas pengawasan sumber daya KKP melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan udara Republik Indonesia.

Ia membeberkan identitas ketiga pegawai tersebut, yaitu Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat satu yang merupakan analis kapal pengawas, Deden Mulyana dengan pangkat penata muda tingkat satu yang menjabat sebagai pengelola barang milik negara, dan Yoga Naufal yang menjabat sebagai operator foto udara.

“Terkait informasi insiden yang dialami oleh pesawat dengan register PK-THT yang dioperasikan oleh PT IAT dengan ini kami nyatakan prihatin, kami terus terang sedih dan prihatin dan berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat tersebut,” ujar Trenggono.

Advertisement