Berita

PBNU Ingatkan Adab Sahur: Jaga Volume dan Hormati Tetangga

Advertisement

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan ibadah puasa Ramadan tahun ini berjalan lancar dan penuh keberkahan. Ia menekankan pentingnya menjaga budaya saling menghargai, termasuk dalam tata cara membangunkan masyarakat untuk sahur.

Pentingnya Adab dalam Membangunkan Sahur

Gus Fahrur mengingatkan bahwa membangunkan sahur merupakan sebuah amalan baik, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan adab agar tidak menimbulkan gangguan bagi orang lain. “Membangunkan sahur adalah amalan baik, namun pelaksanaannya harus memperhatikan adab agar tidak mengganggu orang lain,” ujar Gus Fahrur kepada wartawan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia secara khusus memperingatkan agar kegiatan membangunkan sahur tidak dilakukan terlalu dini. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan volume suara yang wajar saat membangunkan warga di sekitarnya. “Hindari membangunkan sahur terlalu dini yang dapat mengganggu waktu istirahat masyarakat,” tegas Gus Fahrur. Ia menambahkan, “Gunakan volume yang wajar, jangan berteriak-teriak atau menggunakan pengeras suara secara berlebihan. Gunakan nada yang merdu atau pesan yang santun.”

Menjaga Toleransi di Lingkungan Plural

Lebih lanjut, Gus Fahrur berharap agar semangat toleransi di tengah masyarakat Indonesia dapat terus terjaga. Ia menyarankan agar tata cara membangunkan sahur sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan warga sekitar, terutama di lingkungan yang plural.

Advertisement

“Toleransi lingkungan, harap perhatikan keberadaan tetangga non-muslim, lansia, orang sakit, atau bayi yang tidak berkewajiban sahur. Di lingkungan plural, sebaiknya minta izin atau bermusyawarah terlebih dahulu mengenai cara membangunkan sahur,” imbaunya.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari ini, 19 Februari 2026. Sementara itu, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026, sehari lebih awal dari ketetapan pemerintah dan Nahdlatul Ulama.

Advertisement