Industri kecantikan kini memasuki era baru di mana inovasi tidak hanya mengejar tren sesaat, melainkan berfokus pada penciptaan dampak jangka panjang. Pendekatan beauty tech berbasis purpose atau tujuan menjadi fondasi utama dalam pengembangan industri ini. Paragon menegaskan komitmennya terhadap pendekatan tersebut dalam forum Beauty Science Tech (BST) 2026, khususnya pada sesi diskusi ‘Beauty Rewired: The Frontier Beauty Tech from Indonesia’.
Integrasi Sains, Teknologi, dan Kemanusiaan dalam Inovasi Kecantikan
Forum BST 2026 menjadi wadah refleksi dan penegasan arah strategis Paragon dalam membangun ekosistem beauty-tech yang berkelanjutan. Acara ini juga mempertemukan para pelaku industri dan inovator untuk membahas masa depan beauty-tech Indonesia dalam kancah global.
EVP and Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi, menekankan bahwa purpose harus menjadi titik awal dari setiap inovasi. Menurutnya, teknologi hanya akan relevan jika mampu menjawab kebutuhan nyata manusia dan memberikan manfaat yang bermakna.
“Purpose (tujuan) bukan lapisan tambahan, tetapi fondasi dari seluruh inovasi yang kami bangun. Tanpa itu, teknologi kehilangan arah,” ujar Sarah pada sesi Keynote Speech di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Sarah menjelaskan bahwa Paragon mengembangkan inovasi dengan berpijak pada pemahaman mendalam terhadap konsumen, didukung oleh riset ilmiah dan pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menghadirkan solusi yang relevan sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman.
“Inovasi harus berangkat dari pemahaman manusia. Dari sana, sains dan teknologi bekerja untuk memberikan solusi yang tepat,” katanya.
Diferensiasi Brand dan Pengalaman Konsumen Berbasis Purpose
Pendekatan purpose-driven juga tercermin dalam pengembangan merek dan produk. Group Head of Brand Development PC and Innovation ParagonCorp, Andri Kuniarahman, menilai bahwa inovasi hanya akan berdampak jika mampu menjawab kebutuhan spesifik konsumen di setiap tahap kehidupannya.
“Purpose membantu kami memastikan bahwa setiap inovasi tidak hanya baru, tetapi juga relevan dan berguna bagi konsumen,” ujar Andri. Ia menambahkan bahwa diferensiasi merek di Paragon dibangun dari pemahaman mendalam terhadap persona konsumen, bukan sekadar variasi produk. Hal ini yang membuat inovasi mampu bertahan dan memberi nilai jangka panjang.
Dari sisi teknologi, Group Head of Digital Transformation for ParagonCorp, Tessi Fathia Adam, menekankan bahwa transformasi digital diarahkan untuk memperkuat pengalaman konsumen, bukan menggantikannya.
“Teknologi kami rancang untuk membantu konsumen mendapatkan clarity lebih cepat, sekaligus mendukung peran manusia di dalamnya,” jelasnya. Pemanfaatan AI di Paragon dilakukan secara etis dan terukur, dengan memastikan setiap solusi telah melalui proses validasi dan kolaborasi dengan para ahli. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.
Keberlanjutan sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Purpose
Selain inovasi teknologi, Paragon juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian tak terpisahkan dari purpose perusahaan. Isu lingkungan dan tanggung jawab sosial dipandang sebagai elemen krusial dalam ekosistem beauty-tech masa depan.
Dengan mengintegrasikan purpose dan inovasi, Paragon menegaskan bahwa beauty tech bukan sekadar tentang kemajuan teknologi, melainkan tentang menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi manusia dan industri secara keseluruhan. Sesi ini merupakan bagian dari rangkaian Beauty Science Tech 2026, sebuah platform kolaboratif yang menghadirkan diskusi, inovasi, dan pengalaman interaktif lintas sektor untuk membahas masa depan industri kecantikan, mulai dari teknologi dan sains hingga isu keberlanjutan seperti air, plastik, dan keanekaragaman hayati.






