Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa lima oknum prajurit yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang guru SMK berinisial BS di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jenderal Agus memastikan TNI akan menindak tegas setiap prajurit yang melakukan pelanggaran disiplin maupun hukum.
Tindakan Tegas Terhadap Pelanggaran
“Sudah. Jadi KSAL sudah membuat langkah-langkah ke dalam dan keluar. Ya ke dalamnya nanti akan diproses, kemudian ke luarnya sudah minta maaf ke keluarganya,” ujar Jenderal Agus seusai rapat bersama Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Ia menambahkan bahwa TNI tidak akan menoleransi tindakan indisipliner dari anggotanya. “Iya, pokoknya kalau berbuat yang tidak sesuai, akan kita tindak tegas ya. Masih banyak prajurit yang baik,” tegasnya.
Meskipun demikian, Jenderal Agus belum dapat memastikan sanksi yang akan dijatuhkan kepada para pelaku. Keputusan tersebut masih menunggu hasil dari proses hukum yang sedang berjalan. “Ya nanti kita lihat, kan tidak langsung dipecat lah. Kita lihat kesalahannya apa. Ada, ada langkah-langkahnya juga dalam penyelesaian hukum ya,” tuturnya.
Kronologi Kejadian Pengeroyokan
Sebelumnya, lima oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) telah ditahan setelah diduga mengeroyok seorang guru SMK berinisial BS. Peristiwa ini terjadi saat korban sedang memancing di pelabuhan umum Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (22/1) sekitar pukul 23.30 Wita. Korban bahkan dilempar ke laut setelah pengeroyokan tersebut.
Menurut tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, yang dilansir dari detikSulsel, Minggu (25/1), korban merupakan guru dari SMKN Talaud di Melonguane. Saat kejadian, korban sedang memancing bersama rekan-rekannya dan merasa terganggu oleh teriakan anggota Lanal yang dalam kondisi mabuk.
Korban kemudian menegur oknum TNI AL tersebut karena dianggap mengganggu kenyamanan para pemancing. Namun, teguran tersebut justru membuat para pelaku kesal. “Tak terima ditegur, anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur,” ungkap Godfried.






