Berita

Pandji Pragiwaksono Jalani Ritual Permohonan Maaf ke Leluhur Toraja Usai Sidang Adat

Advertisement

Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani sidang adat terkait candaannya mengenai budaya Toraja. Ia dijatuhi sanksi berupa denda satu ekor babi dan lima ekor ayam. Selanjutnya, Pandji akan melaksanakan ritual permohonan maaf kepada leluhur Toraja pada hari ini, Rabu (11/2/2026).

Sidang Adat dan Sanksi

Hakim adat, Yusuf Sura’ Tandirerung, mengonfirmasi bahwa sidang adat telah dilaksanakan. “Iya, tadi sudah di sidang adat. Besok (hari ini), permohonan maaf kepada leluhur,” ujar Yusuf kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

Menurut Yusuf, Pandji dikenakan sanksi ringan karena pelanggaran yang dilakukannya disebabkan oleh ketidaktahuan dan ia juga telah menyampaikan permohonan maaf. Denda yang dijatuhkan berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam yang akan dipersembahkan kepada leluhur di wilayah Pa’buaran Tongkonan Kaero, Sangalla’.

“Kita tidak berikan sanksi berat karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam. Babi dan satu ayam besok mau dipakai untuk ritual permohonan maaf kepada leluhur. Tadi sudah empat ekor ayam,” jelasnya.

Advertisement

Ritual Adat Ma’bua’

Yusuf menambahkan bahwa ritual adat ma’bua’ tidak hanya berfungsi sebagai pemulihan martabat suku Toraja, tetapi juga sebagai bentuk janji kepada leluhur. Apabila pelaku mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari, ia akan dijauhkan dari berkat.

Ritual tersebut dijadwalkan akan digelar di wilayah Pa’buaran Tongkonan Kaero, Sangalla’. “Ritual besok (hari ini) tidak di tongkonan lagi tapi di Pa’buaran Tongkonan Kaero. Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur. Kalau masih melakukan kesalahan yang sama, orang itu akan dijauhkan dari berkat,” terang Yusuf.

Permohonan Maaf Pandji

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung di hadapan masyarakat dan tokoh adat Toraja. Ia mengakui kesalahannya karena membawakan materi mengenai ritual adat Rambu Solo tanpa pemahaman yang memadai.

Advertisement