Berita

Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Terkait Laporan Dugaan Hina Adat Toraja

Advertisement

Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada hari ini, Selasa (3/2/2026), terkait dugaan penghinaan terhadap adat Toraja. Kasubdit 1 Siber Bareskrim Polri Kombes Rizky mengonfirmasi pemeriksaan tersebut.

Diperiksa sebagai Saksi dalam Tahap Penyidikan

“Betul (Pandji diperiksa) terkait laporan tentang adat Toraja,” kata Kombes Rizky saat dikonfirmasi. Ia menambahkan bahwa Pandji Pragiwaksono masih berstatus sebagai saksi dalam kasus yang telah memasuki tahap penyidikan.

Pandji Pragiwaksono membenarkan adanya panggilan polisi terkait kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa materi yang dipermasalahkan berasal dari pertunjukan stand up comedy-nya pada tahun 2013.

“Dapat panggilan untuk terkait kasus yang Toraja. Siapa pelapornya? Gua lupa. Bukan, bukan (kasus) ‘Mens Rea’. Ini untuk pertunjukan lain lagi yang sudah lama. Pertunjukannya tahun 2013, kemudian dipermasalahkan sekarang,” ujar Pandji kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa permintaan maaf atas materi tersebut sudah pernah disampaikan sebelumnya dan dapat diakses publik. Namun, ia tetap mengikuti proses pemeriksaan yang berlangsung.

“Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan dan sudah ada bisa dilihat publik juga. Tapi mungkin ini meneruskan laporan aja kali ya. Saya ikutin prosesnya aja,” jelasnya.

48 Pertanyaan Seputar Materi Stand Up

Dalam pemeriksaan yang berlangsung, Pandji Pragiwaksono mengaku dicecar 48 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berfokus pada materi lawakan tunggal yang dibawakannya.

“Tadi sebenarnya sudah dikatakan sudah di tahap penyidikan. 48 (pertanyaan). (Ditanyai) Seputar materi video stand up saya, materi dalam video saya,” ucapnya.

Laporan Aliansi Pemuda Toraja

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Toraja ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut muncul setelah salah satu materi lawakan tunggalnya dinilai menghina adat Toraja, khususnya terkait prosesi pemakaman.

Advertisement

Dalam materi lawakannya yang berasal dari pertunjukan tahun 2013, Pandji menyinggung soal biaya pemakaman adat Toraja yang dinilai sangat mahal.

“Di Toraja, dan ini pasti ada yang tahu, kalau ada anggota keluarga yang meninggal makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget. Bener nggak gue? Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya dan banyak yang nggak punya duit untuk makamin akhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu,” kata Pandji dalam potongan video yang beredar.

Ia melanjutkan dengan menggambarkan praktik penempatan jenazah di rumah bagi masyarakat yang tidak mampu membiayai pemakaman, serta bagaimana hal tersebut bisa menimbulkan kebingungan bagi tamu.

“Ini praktik yang umum, misalkan, ada anggota keluarganya yang meninggal, nggak punya duit nih, jenazahnya ditaruh aja di ruang tamu dan untuk keluarganya sih biasa-biasa aja, untuk keluarga yang meninggal, tapi kan kalau ada yang bertemu bingung kan,” ujar Pandji.

Pandji juga melakukan impersonasi, menirukan percakapan dengan jenazah di ruang tamu seolah-olah sedang menonton televisi.

“Nonton apa pun di TV berasa horor. Lagi nonton Teletubies gitu, ngeri pasti. Tuh Tinky Winky nakutin ya lompat-lompat ada kuncirnya di atas,” kata Pandji dalam adegan impersonasi tersebut.

Permintaan Maaf Pandji Pragiwaksono

Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada hari ini, Pandji Pragiwaksono menyampaikan permintaan maaf secara tulus kepada masyarakat Toraja.

“Tadi malam, saya berdialog dengan Ibu Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam pembicaraan kami lewat telepon, Ibu Rukka menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja tentang maknanya, nilainya, dan kedalamannya. Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” ujar Pandji.

Advertisement