Kota Bekasi – Seorang nenek penjual nasi uduk di Kota Bekasi, Atnah (65), terpaksa menghentikan aktivitas berjualannya setelah uang modal sebesar Rp 700 ribu dicuri oleh seorang pria tak dikenal. Peristiwa ini membuat nenek Atnah tidak dapat melanjutkan usahanya.
“Yang hilang duit modal sama keuntungan, sekarang tidak jualan lagi karena tidak ada modal,” ujar Atnah kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat dikunjungi pada Kamis (19/2/2026).
Atnah menceritakan bahwa pencurian terjadi pada Selasa (17/2/2026), sekitar pukul 07.30 WIB, di lokasi ia biasa berjualan di kawasan Jalan Bulak Tinggi, Pondok Melati, Kota Bekasi. Pelaku berpura-pura membeli empat bungkus nasi uduk. Saat Atnah sibuk menyiapkan pesanan, pelaku dengan cepat mengambil seluruh uang yang disimpan korban dalam kaleng biskuit.
“Saya lagi bungkusin, tidak lihat. Tahu-tahu itu orang langsung ambil uang saya. Pas saya cek, uang saya sudah tidak ada,” ungkap Atnah.
Nenek Atnah, yang hidup seorang diri, memulai aktivitas memasak nasi uduk dan lontong sayur sejak pukul 01.00 WIB dini hari di rumahnya di RT 04 RW 03, Kelurahan Jatiwarna. Sekitar pukul 05.00 WIB, ia berjalan kaki menempuh jarak kurang lebih 350 meter menuju lokasi berjualan sambil membawa dagangannya.
Polisi Selidiki Kasus Pencurian
Pihak kepolisian dari Polsek Pondok Gede telah mendatangi nenek Atnah untuk mendalami kasus ini. Meskipun korban menyatakan telah mengikhlaskan uangnya, polisi tetap berupaya menyelidiki lebih lanjut.
“Informasi dari Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, korban tidak bersedia membuat laporan, sudah mengikhlaskan,” kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono, Kamis (19/2/2026).
Meski tidak ada laporan polisi resmi, petugas kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan alat bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk mengidentifikasi pelaku. Sosok pria yang mencuri uang nenek penjual nasi uduk tersebut masih dalam proses pendalaman.





