Berita

Nadiem Makarim Bantah Kenal Anak Buah yang Dicopot, Tak Pernah Balas Surat Google

Advertisement

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memberikan klarifikasi terkait pencopotan dua pejabat di bawahnya serta tuduhan menerima dan membalas surat dari Google terkait pengadaan Chromebook. Pernyataan ini disampaikan Nadiem saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 19 Januari 2026.

Pencopotan Pejabat

Nadiem menjelaskan bahwa dua anak buahnya yang disebut dicopot adalah Khamim dari Direktur SD pada Ditjen PAUDasmen dan Poppy Dewi Puspitawati dari Direktur SMP pada Ditjen PAUDasmen. Posisi keduanya kemudian diisi oleh Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah.

Menanggapi tuduhan tersebut, Nadiem mengaku tidak mengenal Poppy dan Khamim. Ia menyatakan tidak pernah berinteraksi dengan keduanya, meskipun mereka menjabat sebagai direktur di organisasinya. Nadiem menekankan bahwa keduanya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dan hanya dalam waktu singkat.

“Tanggapan pertama adalah mengenai tuduhan mengenai mencopot Poppy dan Khamim. Waktu saya mendengar mengenai tuduhan ini, pertanyaan pertama saya, siapa itu Poppy dan Khamim? Saya tidak pernah mengenal Poppy dan Khamim. Walaupun mereka direktur di dalam struktur organisasi saya karena mereka itu Plt dan hanya sebentar, saya tidak pernah berinteraksi dengan mereka,” ujar Nadiem.

Ia menambahkan bahwa proses seleksi 13 posisi sekaligus dilakukan melalui panitia seleksi di bawah Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan tidak melibatkan dirinya secara langsung. “Apalagi dengan bukti yang sudah kita adakan bahwa 13 posisi sekaligus dilakukan melalui pansel di bawah sekjen dan panitia seleksinya tidak melibatkan saya. Semoga itu dicatat,” tambahnya.

Surat dari Google

Terkait dugaan menerima dan membalas surat dari Google mengenai pengadaan Chromebook, Nadiem dengan tegas membantahnya. Ia menyatakan tidak pernah menerima surat dari Google, apalagi membalasnya atau memerintahkan orang lain untuk melakukannya.

“Dan yang kedua adalah, dan ini mungkin Pak Sutanto juga sudah meng- confirm , saya tidak pernah menerima surat-surat Google, dikabarkan bahwa ada surat dari Google, maupun saya membalas surat dari Google, maupun saya memerintah kan siapapun untuk memerintah kepada Google,” tegas Nadiem.

Untuk memperkuat keterangannya, Nadiem sempat bertanya kepada Widyaprada Ahli Utama di Ditjen Paudasmen Kemendikbudristek, Sutanto, yang juga dihadirkan sebagai saksi. Sutanto membenarkan bahwa ia tidak pernah mendengar langsung perintah dari Nadiem untuk membalas surat dari Google.

Advertisement

“Pak Sutanto pernah mendengar saya memerintah Pak Sutanto untuk membalas surat Google?” tanya Nadiem.

“Saya dapat informasi dari Pak Totok,” jawab Sutanto.

“Berati bukan dari saya pak?” tanya Nadiem.

“Bukan, tidak langsung ya pak. Saya tidak tahu kalau bapak, Pak Totok,” ujar Sutanto.

Perkara Korupsi Chromebook

Dalam persidangan tersebut, Nadiem Makarim didakwa melakukan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook saat menjabat sebagai Mendikbudristek. Proyek ini diduga telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun.

Sebelumnya, Nadiem telah mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut, namun hakim menolak eksepsi tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan sidang ke tahap pembuktian.

Advertisement