Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kolektif, tidak semata-mata dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan dinilai krusial dalam memberikan bantuan kepada korban serta mendukung proses pemulihan pascabencana.
Peran Ormas Keagamaan dalam Mitigasi Bencana
Penegasan ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, saat memberikan sambutan dalam acara Munajat Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Sabtu (07/02/2026). Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi musibah.
“Ini menunjukkan bahwa tanggung jawab mengatasi bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk Majelis Ulama Indonesia,” ujar Nusron.
Nusron menjelaskan bahwa kegiatan munajat yang diselenggarakan bukan sekadar seremoni belaka. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian di tengah maraknya musibah yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyoroti kondisi terkini di mana berbagai bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor telah menimpa sejumlah wilayah, terutama di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Oleh karena itu, MUI secara khusus mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana di seluruh penjuru negeri.
“Kita kumpulkan doa dan pengharapan demi keselamatan negara kita Indonesia, di tengah kenyataan bahwa bangsa ini sedang menghadapi berbagai musibah,” tuturnya.
Langkah Konkret MUI untuk Korban Bencana
Selain menggelar doa bersama, MUI juga telah merancang dan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk membantu para korban. Panitia acara telah menyalurkan bantuan rehabilitasi yang ditujukan untuk tiga masjid yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lebih lanjut, MUI juga berhasil mengumpulkan donasi yang dialokasikan untuk perbaikan 500 rumah milik guru ngaji dan marbot masjid di wilayah-wilayah yang terdampak bencana di ketiga provinsi tersebut. Inisiatif ini menunjukkan komitmen MUI dalam memberikan kontribusi nyata.
“Ini semua kita lakukan supaya MUI dan ormas Islam senantiasa memberikan kemanfaatan kepada umat manusia,” imbuhnya.






