Berita

MPR RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Advertisement

Banda Aceh – Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan di Banda Aceh, Rabu (11/2/2026), sebagai bentuk kehadiran negara bagi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor di delapan kabupaten di Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Duka dan Harapan untuk Pemulihan

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak rumah, fasilitas umum, dan sumber penghidupan warga. Ia menekankan pentingnya pemulihan yang tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga pemulihan harapan dan martabat keluarga yang terdampak.

“Masih teringat, sedih dan prihatin hingga hari ini pun masih terasa. Namun kini, yang kita jaga adalah semangat menyambut asa untuk bangkit, bersatu, dan bekerja keras membangun kembali Aceh yang kuat, aman, dan lebih tangguh menghadapi masa depan,” ungkap Ibas dalam keterangannya.

Gotong Royong sebagai Kekuatan Utama

Ibas mengapresiasi respons cepat Pemerintah Aceh, kepala daerah, aparat, relawan, dan masyarakat sejak akhir tahun 2025. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan krusial dalam menghadapi masa sulit ini.

“Di tengah keterbatasan infrastruktur, semangat gotong royong Aceh terlihat nyata melalui dapur umum, posko pengungsian, serta kerja kolektif dalam menjaga martabat warga terdampak bencana,” ujarnya.

Ia optimistis Aceh dapat bangkit melalui rekonstruksi yang terencana dan berbasis data, sejalan dengan verifikasi yang dilakukan BNPB sejak Desember 2025 hingga awal 2026. Ibas juga menegaskan kewajiban negara untuk hadir secara adil dan manusiawi dalam proses pemulihan.

“Negara wajib memastikan pemulihan berjalan secara adil, manusiawi, dan menghormati martabat korban bencana,” tegasnya.

Momentum Mitigasi dan Perlindungan Anak

Ibas mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk menjadikan bencana ini sebagai momentum memperkuat mitigasi dan pembangunan berkelanjutan, termasuk memastikan perlindungan masa depan anak-anak.

“Pemulihan bukan sekadar membangun ulang rumah, tetapi membangun kembali harapan, kepercayaan, serta masa depan anak-anak Aceh yang lebih terlindungi,” tambahnya.

MPR RI berkomitmen mengawal proses pemulihan agar berjalan sesuai amanat konstitusi. “Aceh tidak sendiri. Dalam semangat kebangsaan, kita pastikan pemulihan berjalan transparan, berkeadilan, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling terdampak,” ucap Ibas.

Advertisement

“Kita hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan, solidaritas, dan komitmen untuk memastikan Aceh bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sejahtera,” tutupnya.

Tindak Lanjut Laporan Gubernur Aceh

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menjelaskan kunjungan delegasi Pimpinan MPR RI ke Aceh merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang melaporkan dampak bencana.

“Beliau (Mualem) menyampaikan berbagai kebutuhan untuk pemulihan pascabencana. Kedatangan kami ke Aceh ini adalah untuk menindaklanjuti laporan tersebut sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Muzani.

Kebutuhan Mendesak Pascabencana

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melaporkan masih ada puluhan ribu warga yang berada di pengungsian, sehingga percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap sangat dibutuhkan.

“Pengungsi saat ini 17.000 sekian KK tinggal yang saat ini masih mengungsi atau dengan jiwa lebih kurang 69 atau 70.000 jiwa pengungsi,” sebutnya.

Ia menambahkan, bencana tersebut merusak fasilitas pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, dayah, fasilitas kesehatan, hingga infrastruktur dan sektor ekonomi masyarakat. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menambahkan bahwa pemerintah pusat terus berkoordinasi lintas kementerian/lembaga untuk percepatan pemulihan yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dukungan Percepatan Pemulihan

Pemerintah Aceh mengajukan sejumlah kebutuhan, termasuk distribusi bantuan ternak sapi meugang, dukungan kelistrikan bagi 13 desa terdampak melalui penyediaan genset, percepatan pembangunan hunian sementara, hingga usulan pembiayaan BPJS bagi korban bencana ditanggung APBN. Aceh juga menekankan perlunya juklak dan juknis khusus penanganan korban banjir, serta percepatan penyaluran anggaran Transfer ke Daerah (TKD).

MPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pemulihan Aceh dan mengapresiasi kerja keras Kepala Satgas, BNPB, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat. MPR RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 15.000 paket sembako dan 15.000 paket perlengkapan ibadah.

Peserta Kunjungan

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan MPR RI, antara lain Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Eddy Soeparno, dan A.M. Akbar Supratman, serta Plt. Sekjen MPR RI Siti Fauziah. Turut hadir pimpinan dari seluruh fraksi di MPR RI, serta perwakilan DPD RI, Kepala BPOM Taruna Ikrar, perwakilan Badan Sosialisasi Abraham Liyanto, dan Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan. Dari pemerintah Aceh dan daerah terdampak, hadir Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, Bupati Bireuen H. Mukhlis, Bupati Gayo Lues Suhaidi, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Wakil Bupati Aceh Timur Teuku Zainal Abidin, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri, Wakil Bupati Bener Meriah Ir. Armia, serta Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Drs. Mursyid.

Advertisement