Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, menyatakan duka mendalam atas kasus bunuh diri yang menimpa seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menekankan pentingnya penguatan perlindungan sosial guna mencegah terulangnya tragedi serupa.
Perlindungan Sosial Mendesak
“Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kita semua bahwa ada aspek yang perlu diperbaiki secara komprehensif dalam upaya perlindungan sosial bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujar Eddy dalam keterangan resminya pada Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan, “Pasal 34 ayat 1, Pasal 27 Ayat 1 dan Pasal 28H ayat 3 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan sekaligus juga perlindungan sosial. Kasus ini harus menjadi yang terakhir.”
Implementasi Arahan Presiden
Eddy Soeparno mendesak pemerintah daerah di NTT, mulai dari tingkat gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa, untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo terkait pembangunan ekonomi yang inklusif. “Dalam berbagai kesempatan Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa dalam kebijakannya tidak boleh ada yang tertinggal atau ‘no one is left behind’. Dalam pembangunan ekonomi, tidak boleh ada yang terabaikan,” jelas Eddy.
Ia melanjutkan, arahan tersebut harus diwujudkan melalui pemantauan dan perlindungan aktif bagi warga miskin oleh struktur pemerintahan terdekat di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada warga yang terpinggirkan dalam proses pembangunan.
Evaluasi Bantuan Sosial
Lebih lanjut, Eddy Soeparno juga menyerukan dilakukannya evaluasi berkala terhadap data dan distribusi bantuan sosial. Tujuannya adalah untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Pemerintah pusat telah menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan. Oleh karena itu, penyaluran di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa harus dipastikan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar berhak menerima bantuan,” pungkasnya.
Simak Video ‘Pernyataan Kemendikdasmen Terkait Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri’: [Gambas:Video 20detik]






