Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menaburkan total 1.600 kilogram garam di langit sekitar Jakarta. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dini untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir.
Operasi Modifikasi Cuaca ke-11
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi pencegahan.
“Operasi ini merupakan langkah mitigasi dini untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir,” kata Isnawa Adji.
Dalam OMC yang merupakan kegiatan ke-11 ini, BPBD DKI Jakarta menebarkan 1.600 kg bahan semai di langit perairan Laut Jawa dan Tangerang Selatan melalui dua sorti penerbangan.
Rincian Pelaksanaan OMC
Pada sorti pertama, pesawat melakukan penyemaian awan di atas langit Tangerang Selatan pada ketinggian 5.000-7.000 kaki. Sebanyak 800 kilogram bahan semai berupa kalsium oksida (CaO) atau kapur tohor digunakan dalam sorti ini.
Sementara itu, sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah Perairan Laut Jawa. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000-12.000 kaki, dengan area semai pada radial 030-060 derajat. Pada sorti ini, sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) digunakan sebagai bahan semai.
Isnawa menambahkan bahwa pelaksanaan OMC ini merupakan upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi potensi curah hujan tinggi.
“Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer serta pemantauan cuaca secara berkelanjutan sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” ujarnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Jakarta diprediksi akan diguyur hujan lebat, dengan kesiapsiagaan 200 ekskavator untuk menghadapi potensi banjir.






