Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Keraton Solo kepada Mahamenteri KGPA Tedjowulan. Penyerahan SK ini diwarnai protes keras dari GKR Panembahan Timoer Rumbay, putri tertua PB XIII, yang nekat naik ke atas mimbar.
Protes di Tengah Acara
Peristiwa ini terjadi di hadapan para pendukung PB XIV Purbaya yang hadir saat Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan sambutan. Setelah sambutan Wali Kota, acara dilanjutkan dengan pidato dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Sesaat setelah pidato berakhir, GKR Panembahan Timoer Rumbay langsung naik ke mimbar untuk menyampaikan protesnya. Ia meminta agar mikrofon dinyalakan agar suaranya dapat didengar oleh banyak orang. “Assalamualaikum Bapak. Maaf Bapak, saya ingin menyampaikan sesuatu. Mohon maaf, tolong miknya dinyalakan supaya banyak yang mendengar. Saya punya hak di sini sebagai warga negara Indonesia,” ujar GKR Timoer Rumbay.
Protes tersebut disambut dengan teriakan dari para undangan yang hadir. Suasana sempat menjadi riuh dengan teriakan dari para Sentono, Abdi Dalem, dan tamu undangan lainnya. Di samping GKR Timoer Rumbay, turut hadir pula Permaisuri GKR Paku Buwono, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari.
Pembagian Surat Keberatan dan Penyerahan SK
Selain melakukan protes lisan, pihak Purbaya juga membagikan kertas berisi surat keberatan atas SK yang dikeluarkan oleh Fadli Zon. Meskipun demikian, Fadli Zon tetap melanjutkan proses pemberian SK kepada Tedjowulan. Namun, protes kembali berlanjut tepat saat Fadli Zon hendak menyerahkan surat tersebut.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyampaikan harapannya agar penunjukan Tedjowulan sebagai pelaksana tugas dapat membawa kemajuan bagi kebudayaan. “Kami berharap pada hari ini Panembahan Agung Tedjowulan yang ditunjuk sebagai pelaksana melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026, bisa menjadi pelaksana yang paripurna dalam memajukan kebudayaan,” ujar Fadli Zon.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting lainnya, termasuk Wali Kota Solo. Sebelumnya, beredar informasi mengenai video Gibran Rakabuming Raka yang menitipkan pesan menjaga kondusivitas Solo usai makan bersama dua raja keraton.






