Berita

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto Pimpin Panen Raya Nila dan Tebar Ribuan Bibit Lele di Lapas Cirebon

Advertisement

Cirebon, 15 Januari 2026 – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memimpin langsung kegiatan panen raya komoditas pertanian dan perikanan di Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE) Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat. Acara ini menandai upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan kemandirian.

Panen Raya Komoditas Unggulan

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Agus Andrianto menyaksikan panen ikan Nila seberat 1 ton yang berasal dari kolam seluas 637 meter persegi. Selain itu, panen padi jenis Inpari 32 juga dilakukan, menghasilkan 7.000 kg atau 7 ton dari lahan seluas 13.740 meter persegi. Keberhasilan panen ini merupakan hasil kerja keras enam warga binaan pemasyarakatan yang terlibat langsung dalam program ketahanan pangan.

Sebagai bagian dari upaya pengembangan perikanan, Menteri Agus juga secara simbolis melepas 2.800 benih ikan lele berbagai ukuran. Rinciannya meliputi 1.500 ekor ukuran 5-7 cm, 1.000 ekor ukuran 7-9 cm, dan 300 ekor jenis Sangkal. Program ini diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi sumber pangan dan memberikan peluang ekonomi tambahan bagi para narapidana.

Pemberdayaan Warga Binaan Melalui Keterampilan

SAE Lapas Kelas I Cirebon tidak hanya fokus pada padi dan ikan, tetapi juga menggarap lahan kebun sayuran yang meliputi pakcoy, timur, caisim, kacang panjang, kangkung, terong ungu, sawi, bayam, serta buah melon. Sebanyak enam narapidana juga mendapatkan pelatihan keterampilan membuat tempe, yang diharapkan dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.

Menteri Agus Andrianto menyatakan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Imipas untuk menanamkan modal kemandirian para napi. Hal ini dilakukan dengan membuka wawasan mereka tentang ilmu pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Program ini juga sejalan dengan cita-cita swasembada pangan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement

“Kami ingin mewujudkan konsep sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi, kami membina warga binaan dengan pelatihan dan pemberdayaan. Di sisi lain, kami turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto,” jelas Menteri Agus beberapa waktu lalu.

Selain fokus pada ketahanan pangan, Menteri Agus juga mendorong peningkatan kemampuan para napi di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menegaskan bahwa bengkel-bengkel pelatihan kerja di dalam lapas bukan sekadar formalitas, melainkan sarana pemberdayaan yang sungguh-sungguh diarahkan untuk mendatangkan keuntungan ekonomi demi kesejahteraan napi.

Setiap narapidana yang terlibat dalam program panen raya kali ini mendapatkan premi sebesar Rp 640.142. Hal ini menjadi apresiasi atas kerja keras dan kontribusi mereka dalam program ketahanan pangan dan pemberdayaan di Lapas Cirebon.

Advertisement