Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa pekerjaan besar masih menanti untuk menyingkirkan stigma dan diskriminasi yang kerap dihadapi oleh penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa perilaku diskriminatif tersebut sangat menyakiti mereka.
HUT ke-60 Pertuni
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) yang digelar di Taman Ismail Marzuki pada Minggu (25/1/2026). Ia secara khusus menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.
“Sering kali yang melukai bukan kondisi disabilitasnya, melainkan cara masyarakat memandangnya. Jadi ini penting saya titipkan kepada kita semua. Sekali lagi saya ulang, mengikis stigma dan diskriminasi karena seringkali yang melukai bukan kondisi disabilitasnya melainkan cara masyarakat memandangnya,” ujar Gus Ipul.
Tantangan Layanan Publik dan Ketenagakerjaan
Lebih lanjut, Gus Ipul menyoroti sejumlah tantangan lain yang masih dihadapi, termasuk penyediaan akses layanan publik yang ramah disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya memastikan pemenuhan syarat minimal pekerja disabilitas di instansi pemerintah maupun sektor swasta.
“Untuk pemerintah, instansi pemerintah dan BUMN harus 2% dari seluruh pegawainya itu adalah penyandang disabilitas. Kementerian Tenaga Kerja sudah dihitung, kalau Kementerian Sosial semuanya 3.000 dan minimal kita 2% lebih itu adalah semuanya penyandang disabilitas. Ini juga pekerjaan, bagi swasta itu 1%,” ungkapnya.
Kesiapsiagaan Bencana Inklusif
Selain itu, isu kesiapsiagaan bencana yang inklusif juga menjadi catatan penting. Gus Ipul berharap agar penyandang disabilitas tidak menjadi kelompok terakhir yang mendapatkan pertolongan saat terjadi bencana.
“Ini adalah beberapa catatan, beberapa PR kita ke depan yang harus kita atasi bersama-sama. Di sinilah sesungguhnya Pertuni punya posisi yang sangat strategis,” tuturnya.
Data Penyandang Disabilitas
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memaparkan data mengenai jumlah penyandang disabilitas di Indonesia. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat ada 15.262.448 penyandang disabilitas.
Ia menambahkan bahwa data ini terus disempurnakan untuk memastikan tidak ada satu pun penyandang disabilitas yang terlewatkan. “Namun saya sampaikan dengan jujur, data ini belum tentu sempurna. Data bukan hanya angka, data adalah nama, alamat, dan kehidupan. Selama masih ada satu orang yang belum masuk data, maka tugas kita belum selesai,” tegasnya.






