Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan peran krusial para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai ujung tombak dalam memastikan akurasi data untuk program Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial (bansos). Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akurat menjadi fondasi utama kedua program tersebut.
Pendamping PKH Kunci Ketepatan Sasaran
“Saya ingin menyampaikan bahwa pendamping PKH adalah kunci ketepatan sasaran, Sekolah Rakyat maupun bansos tepat sasaran,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (22/1/2026). Pernyataan ini disampaikan saat ia memberikan arahan dalam rapat daring bersama ketua tim (Katim) Pendamping PKH tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Rapat tersebut dihadiri oleh 546 orang, terdiri dari 41 Katim Provinsi dan 505 Katim Kabupaten/Kota.
Peran Pendamping dalam Perekrutan Sekolah Rakyat
Gus Ipul menjelaskan bahwa para pendamping PKH merupakan garda terdepan dalam proses perekrutan calon siswa Sekolah Rakyat. Tugas mereka adalah mengidentifikasi dan memastikan anak-anak yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga tidak mampu, khususnya kategori Desil 1 dan 2, berdasarkan data DTSEN. Ia menekankan bahwa tidak ada proses pendaftaran formal untuk Sekolah Rakyat.
“Teman-teman pendamping ini adalah ujung tombak dalam merekrut siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada pembukaan pendaftaran ini, yang ada adalah siapa yang ada di data, dicek ke lapangan. Kalau kita sampai salah sasaran, itu adalah pengkhianatan terhadap mandat negara,” tegas Gus Ipul.
Peringatan Keras Terhadap Kecurangan dan Integritas
Menteri Sosial memberikan peringatan tegas kepada para pendamping PKH agar tidak melakukan kecurangan dalam proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat. Ia menekankan pentingnya rekrutmen yang bersih dan adil, serta ancaman sanksi tegas bagi yang melanggar.
“Stop, tidak boleh ada (murid) titipan pejabat atau tokoh, titipan keluarga, sogokan dalam bentuk apapun, manipulasi data demi meloloskan pihak tertentu,” tegasnya. Gus Ipul menambahkan, “Kita akan melakukan zero tolerance terhadap penyimpangan. Jadi kita tidak menoleransi adanya penyimpangan. Rekrutmen Sekolah Rakyat adalah ujian integritas pendamping, tidak ada kompromi untuk ketidakjujuran, permainan data, penyalahgunaan kewenangan. Dan tolong diingat, pendamping adalah wajah negara di mata rakyat.”
Pemutakhiran Data DTSEN untuk Bansos Tepat Sasaran
Terkait DTSEN, para pendamping PKH memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemutakhiran data di lapangan setiap tiga bulan. Tujuannya adalah untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran. Masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi dalam mengoreksi data yang ada.
“Kuncinya pertama itu adalah transparansi, keterbukaan. Pikiran kita terbuka, sistemnya dibuka, masyarakat diajak bicara sehingga tidak ada lagi upaya-upaya untuk menutup-nutupi data,” ungkap Gus Ipul.
Ia melanjutkan, “Maka itulah sekarang, atas arahan Presiden, data kita buka semuanya dan semua boleh mengoreksi. Teman-teman pendamping harus mengedukasi masyarakat bahwa pendamping tidak menentukan Desil 1, 2, 3. Pendamping hanya mendata untuk dikirim ke BPS. BPS yang akan mengerjakan semuanya untuk membuat perankingan.”






