BANJARBARU, Kalimantan Selatan – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menyoroti perubahan positif yang signifikan pada siswa-siswi Sekolah Rakyat setelah enam bulan program berjalan. Ia mengemukakan bahwa kesehatan fisik dan mental para siswa mengalami peningkatan pesat, yang berdampak pada prestasi akademik mereka.
Peningkatan Kesehatan Fisik yang Terukur
Gus Ipul mengungkapkan, “6 bulan berjalan perubahan pertama yang kami lihat adalah pada kesehatan anak-anak, berat dan tinggi badan mereka meningkat, kebugaran membaik dan anemia menurun. Bahkan tidak sedikit seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu 3 bulan.” Pernyataan ini disampaikan saat peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).
Ia menekankan pentingnya kesehatan fisik sebagai fondasi utama pendidikan. “Terlihat sederhana tapi sangat mendasar, sebagaimana pesan bapak Presiden anak yang sehat memiliki kesempatan untuk belajar lebih baik,” ujar Gus Ipul.
Perkembangan Mental dan Perilaku Positif
Selain aspek fisik, Gus Ipul juga mencatat adanya transformasi pada mental dan perilaku anak-anak Sekolah Rakyat. Menurutnya, para siswa kini menunjukkan kedisiplinan yang lebih baik, sikap yang lebih lembut, tidak mudah mengantuk di kelas, dan tingkat kemandirian yang meningkat.
“Bahkan banyak di antara mereka meraih prestasi membanggakan. Di sini kami belajar satu hal, ketika anak-anak mendapat rasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh,” tuturnya.
Prestasi Akademik Meningkat, Termasuk Kemampuan Membaca
Aspek akademik menjadi sorotan lain dari perubahan yang terjadi. Gus Ipul memberikan contoh nyata seorang siswa bernama Nazril, yang sebelumnya berada di kelas 1 SMA namun belum lancar membaca. Berkat ketekunan para guru dan bimbingan di Sekolah Rakyat, Nazril kini mampu membaca dengan lancar dan menunjukkan peningkatan prestasi.
“Tadi ananda Nazril kini lebih lancar membaca dan lebih optimis menghadapi masa depannya. Nazril ini salah satu contoh dari sekian siswa Sekolah Rakyat yang meskipun udah masuk di usia kelas 1 SMA, tidak bisa membaca. Tapi dengan ketekunan para guru, bimbingan para guru, Nazril menjadi salah satu siswa yang berprestasi,” imbuh Gus Ipul.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi ini merupakan hasil kolaborasi yang didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia.






