Berita

Mensos Ajak Kepala Sekolah Kawal Seleksi Siswa Sekolah Rakyat untuk Pemberantasan Kemiskinan

Advertisement

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerukan kepada seluruh kepala Sekolah Rakyat di Indonesia untuk berperan aktif mengawal proses seleksi siswa yang transparan dan akuntabel menjelang tahun ajaran baru 2026. Ajakan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi daring yang diikuti para kepala sekolah se-Indonesia.

Transparansi Seleksi untuk Memutus Kemiskinan

Gus Ipul menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam proses seleksi Sekolah Rakyat. “Saya ingin proses seleksi Sekolah Rakyat itu bisa diikuti oleh seluruh masyarakat luas. Jadi saya ingin mengundang elemen-elemen penting dalam rangka proses seleksi Sekolah Rakyat ini, untuk kita minta bertemu langsung dengan Presiden nanti, didampingi para Kepala Sekolah, didampingi juga mungkin Dinsos. Kita ingin undang secara bersama-sama biar masyarakat tahu bahwa seleksi ini terbuka, tidak ditutup-tutupi dan bisa diikuti oleh semua pihak,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya pada Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi merupakan kunci agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan. Program ini diharapkan dapat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Target Siswa dan Mekanisme Seleksi

Sekolah Rakyat yang telah berjalan selama satu semester ini diperkirakan akan menerima lebih banyak siswa pada tahun ajaran 2026, dengan target lebih dari 30 ribu calon siswa. Gus Ipul mengklarifikasi bahwa seleksi Sekolah Rakyat tidak didasarkan pada kemampuan akademik atau non-akademik. Kriteria utama adalah status kemiskinan dan kemiskinan ekstrem sesuai data DTSEN.

Selanjutnya, pendamping sosial bersama unsur Badan Pusat Statistik (BPS) dan dinas sosial akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan calon siswa memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti program Sekolah Rakyat. “Jadi masih banyak tantangan-tantangan di depan kita Bapak-Ibu sekalian. Saya berharap kita bisa bersinergi, saling memperkuat agar seleksi tahun ini, itu benar-benar menyasar mereka yang menjadi target dari Sekolah Rakyat,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul juga membuka ruang bagi kepala sekolah dan guru untuk memberikan usulan dan saran demi memperkuat proses seleksi agar tepat sasaran dan jangkauannya luas. “Jangan sampai kita kecolongan, ada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria masuk Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Advertisement

Penguatan Kurikulum dan Mutu Sekolah

Selain fokus pada seleksi, Gus Ipul juga menyampaikan dua pesan penting kepada kepala Sekolah Rakyat. Pertama, pentingnya menyiapkan kegiatan muatan bahasa asing bagi siswa, baik melalui ekstrakurikuler maupun penetapan hari-hari tertentu berbahasa asing. “Ya mungkin dengan ekstrakulikuler atau hari-hari tertentu menggunakan bahasa-bahasa tertentu, (misalnya) Senin bisa Arab Day atau English Day,” katanya.

Kedua, kepala sekolah diharapkan menyisipkan muatan kedisiplinan untuk membangun kemandirian siswa. Gus Ipul juga menekankan pentingnya mekanisme penjaminan mutu, termasuk standar pengasuhan, kegiatan keagamaan, dan pelatihan kedisiplinan yang terintegrasi dengan standar nasional pendidikan dan standar khas sekolah berasrama.

Sinergi untuk Lulusan Berkualitas

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut mengingatkan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Sekolah Rakyat dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah agar lulusan Sekolah Rakyat, khususnya setelah jenjang SMA, benar-benar mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. “Artinya dengan karakteristik Sekolah Rakyat seperti itu, ada kekhususan yang terus perlu kita persiapkan, agar anak-anak ini setelah lulus, terutama lulus (jenjang) SMA, betul-betul bisa menggraduasi keluarganya,” pungkasnya.

Program Sekolah Rakyat sebelumnya telah mengantarkan Kementerian Sosial meraih Sutami Award 2025.

Advertisement