Piazza Firenze Garut, yang baru genap berusia satu tahun, telah menjelma menjadi pusat UMKM kulit premium bergaya Italia di Sukaregang, Garut. Inisiatif yang digagas desainer Poppy Dharsono ini tidak hanya mengangkat kembali kejayaan kulit Garut agar setara dengan Firenze, Italia, tetapi juga menjadi pusat kerajinan kulit internasional.
Piazza Firenze Garut: Pusat UMKM Kulit Premium
Piazza Firenze Garut kini dilengkapi dengan tenant kulit, kuliner, dan oleh-oleh, serta fasilitas workshop, pelatihan, dan daya tarik wisata baru berkat arsitektur megah bernuansa Italia. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Koperasi Kulit Artisan Indonesia yang memberikan pendampingan dan pembinaan bagi para perajin kulit Garut.
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menyatakan bahwa keberadaan dan peran Koperasi Kulit Artisan Indonesia dalam mengembangkan Piazza Firenze membuktikan bahwa perajin kulit Garut mampu bersaing secara modern dan kekinian dengan berkoperasi. Pernyataan ini disampaikan dalam acara perayaan HUT ke-1 Piazza Firenze Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Kamis malam (15/1/2026).
Dalam acara yang dihadiri pendiri Piazza Firenze Poppy Dharsono, Hariyadi Sukamdani (Spinindo Group), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Ferry menekankan bahwa aneka produk kulit di Piazza Firenze Garut telah menyamai standar produk kulit dunia. “Ini merupakan hasil dari pembinaan dan pendampingan oleh koperasi, serta tentunya dukungan penuh dari Pemkab Garut,” ujarnya.
Simbol Kebanggaan dan Contoh Daerah Lain
Ferry menambahkan bahwa Piazza Firenze telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat, khususnya Garut, dan menjadi tempat tujuan favorit wisatawan. Ia berharap kesuksesan koperasi di Garut dalam mengembangkan produk unggulan daerah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan produk khas mereka.
“Ini juga membuktikan bahwa koperasi bisa masuk ke segala sektor, terutama sektor produksi dan industri, termasuk industri penyamakan kulit,” jelas Ferry.
Dukungan Pengelolaan Limbah dan Modernisasi
Menanggapi isu pengolahan limbah dari penyamakan kulit di Garut, Ferry mengungkapkan pihaknya akan memberikan bantuan teknis, termasuk pengadaan mesin pengolahan limbah. Ia juga mendorong koperasi untuk memodernisasi mesin penyamakan kulit dengan dukungan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi.
Poppy Dharsono berharap produk kulit khas Garut dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ia menekankan pentingnya pasar dalam negeri yang besar sebagai fokus pengembangan pasar produk kulit, meskipun proses ekspor memiliki tantangan. Koperasi Kulit Artisan Indonesia terus memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk.
Poppy memastikan bahwa peningkatan kualitas produk kulit Garut akan tetap dibarengi dengan harga yang terjangkau.
Piazza Firenze: Ikon Kebanggaan dan Destinasi Wisata
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan Piazza Firenze telah menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Garut dan etalase produk kulit berkualitas. “Meski baru berusia satu tahun, Piazza Firenze sudah mampu berjalan dengan baik,” katanya.
Piazza Firenze telah menjadi destinasi favorit wisatawan, terutama dari Jakarta, untuk berbelanja produk kulit. Putri berharap produk-produk kulit tersebut dikemas dengan kualitas premium. Ia juga menegaskan bahwa industri kulit dapat menjadi pendukung pengembangan sektor pariwisata di Garut.






