Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan aturan pembatasan kendaraan truk sumbu tiga terbukti efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026. Menanggapi hal ini, Dudy membuka peluang penerapan pembatasan yang lebih ketat saat arus mudik Lebaran mendatang.
Pembatasan Dinamis Nataru, Lebih Ketat Saat Lebaran
Dudy menjelaskan bahwa pembatasan truk sumbu tiga selama Nataru diterapkan secara dinamis, menyesuaikan dengan kondisi volume kendaraan yang tidak terlalu tinggi. Namun, ia memprediksi lonjakan volume kendaraan yang signifikan saat Lebaran. “Ya, jadi kalau yang tahun Nataru kali ini kan kita memang sifatnya dinamis, sifatnya dinamis, kita melihat kondisi. Tapi kalau nanti di Lebaran, volumenya kan akan lebih meningkat, tentunya kita akan lebih strict terhadap pemberlakuan pembatasan,” ujar Dudy kepada wartawan di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama saat puncak arus mudik Lebaran. “Karena yang paling penting perlu diingat teman-teman adalah prioritas utama kita adalah keselamatan, itu yang, yang perlu kita tekankan,” ucapnya.
Koordinasi dan Kebijakan Tambahan
Pihak Kemenhub akan berkoordinasi dengan para pengusaha truk untuk memastikan kebijakan tersebut dapat dimaklumi demi keselamatan pemudik. Selain itu, kebijakan work from anywhere (WFA) yang terbukti ampuh mengurai kepadatan saat libur sebelumnya, juga akan dibahas untuk diterapkan kembali saat Lebaran.
“Apabila memang dirasakan bahwa puncaknya terlalu tinggi, kami berkoordinasi dengan pihak Kakorlantas ya, apakah kita perlu mengeluarkan kebijakan work from anywhere bagaimana yang kita lakukan di Lebaran tahun kemarin dan juga Nataru pada tahun ini,” katanya.
Kakorlantas Polri: Angka Kecelakaan Menurun Drastis
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho melaporkan bahwa Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pembatasan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih telah berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Nataru.
“Tentunya kalau dilihat dari Kamseltibcarlantas, ini sangat membantu ya. Jadi, dengan tidak beroperasinya di jalan tol, tentunya peristiwa kecelakaan juga turun,” kata Irjen Agus kepada wartawan usai memantau arus lalu lintas di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1).
Agus merinci bahwa kebijakan pembatasan truk sumbu tiga ini merupakan kesepakatan yang efektif. Ia menyebutkan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas menurun drastis. “Jadi kita bisa menurunkan dua digit, 27,12 persen. Jadi hampir kurang lebih 150 kita bisa mengurangi peristiwa kecelakaan daripada tahun yang lalu,” ujarnya.






