Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar evaluasi pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, Kakorsabhara Irjen Mulia Hasudungan Ritonga, serta perwakilan BMKG dan BNPB di kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026), diputuskan adanya penambahan armada transportasi.
Penambahan Armada Transportasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kapasitas layanan, terutama untuk angkutan laut dan udara. “Tentunya kita akan tingkatkan seperti misalnya penyeberangan kita akan tambah lagi apa, jumlah kapal yang akan beroperasi, kemudian jumlah titik yang akan yang akan digunakan, kemudian juga angkutan untuk angkutan udara dan sebagainya,” ujar Dudy seusai evaluasi.
Penambahan armada ini akan didasarkan pada hasil survei yang akan dilakukan. Tujuannya agar penambahan angkutan dapat tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kita lihat bagaimana itu semua terkait dengan jumlah yang akan kita survei nantinya, evaluasinya,” jelas Dudy.
Perhatian Khusus pada Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem yang masih berlangsung menjadi perhatian khusus dalam evaluasi ini. Namun, Kemenhub memastikan bahwa kondisi tersebut masih terkendali. “Kita melihat bagaimana kondisi cuaca, kemudian juga kesiapan dari sarana dan prasarana kita evaluasi, tapi sejauh ini sudah berjalan dengan baik,” ucap Dudy.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Dudy Purwagandhi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan lembaga yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru. Ia berharap sinergi ini dapat terus terjaga di masa mendatang.
“Saya sekali lagi menyampaikan terima kasih, di sini hadir ada Pak Kakorlantas, kemudian dari Asops yang diwakili oleh Irjen Pol Laksana, ada dari Kakorsabhara, dari BNPB, Basarnas, dari TNI, dari BUMN, dari BMKG, ini semua teman-teman bisa lihat bagaimana kami secara solid menghadirkan negara di dalam penyelenggaraan Nataru 2025-2026,” kata Dudy.
Sebelumnya, InJourney mencatat adanya penurunan penumpang pesawat sebesar 1,6% selama periode Natal dan Tahun Baru 2025.






