Berita

Megawati Soekarnoputri: Kader PDIP Wajib Berani Akui Kesalahan dan Jaga Alam

Advertisement

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan kepada seluruh kadernya untuk tidak menjadi bagian dari perusak alam dan penderitaan rakyat. Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk berdiri tegak di atas kebenaran, bahkan jika harus sendirian.

Pesan Moral dan Tanggung Jawab

Dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-53 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026), Megawati menyampaikan pesan moral yang mendalam. “Kader tidak boleh menjadi bagian dari kerusakan alam dan penderitaan rakyat. Menjadi pandu Ibu Pertiwi berarti menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, antara kekuasaan dan moral, antara pembangunan dan keadilan,” ujar Megawati.

Pidato yang disampaikan secara tertutup ini kemudian dibagikan teksnya kepada wartawan dan diizinkan untuk dikutip oleh juru bicara PDIP, Guntur Romli. Megawati mendorong kadernya untuk memiliki keberanian moral yang tinggi.

“Berani mengatakan tidak pada kebijakan yang merusak bumi. Berani melawan keserakahan yang mengorbankan rakyat. Dan berani berdiri tegak di atas kebenaran, apa pun konsekuensinya,” tegas Megawati.

Menghidupi Nilai Perjuangan

Lebih lanjut, Megawati mengingatkan bahwa kader partai berlambang banteng moncong putih ini tidak boleh takut pada kebenaran. Ia menekankan bahwa kebenaran adalah api penyucian yang harus diterima oleh setiap kader.

Advertisement

“Anak-anakku, jangan pernah takut pada kebenaran. Kebenaran adalah api yang menyucikan. Kader PDI Perjuangan harus berani disucikan oleh kebenaran itu-berani mengakui kesalahan, berani memperbaiki diri, dan berani berdiri tegak meski sendirian,” tutur Megawati.

Megawati juga berpesan bahwa seorang pejuang sejati tidak mengejar popularitas, melainkan mengutamakan tanggung jawab dan pengabdian. Ia menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan sosok teladan yang tidak hanya pandai berkata-kata, tetapi juga mampu mewujudkan nilai-nilai perjuangan.

“Jadikan setiap langkah politik kita sebagai tanggung jawab sejarah. Menjadi kader PDI Perjuangan bukan sekadar mengenakan seragam merah atau mengutip nama Bung Karno. Menjadi kader berarti menghidupi nilai perjuangan dalam pikiran, tindakan, dan hati nurani,” imbuhnya.

Megawati mengajak seluruh kader untuk memahami kembali esensi politik yang seharusnya berlandaskan moral, gotong royong, dan pengabdian.

Advertisement