Berita

Megawati Soekarnoputri Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Bahas Palestina dan Hubungan Bilateral

Advertisement

Abu Dhabi – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, kembali menggelar pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (4/2/2026) ini merupakan tindak lanjut dari dialog keduanya pada tahun sebelumnya.

Agenda Pertemuan di Istana Qasr Al Watan

Megawati, yang didampingi putranya, Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo, dan istri Prananda, Nancy Prananda, berangkat dari hotel menuju Istana Qasr Al Watan pada pukul 11.30 waktu setempat. Nancy Prananda terlihat mendampingi Megawati saat menuju lokasi pertemuan. Turut serta dalam rombongan adalah Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP Andi Widjajanto.

Sebelum memasuki istana kepresidenan yang menjadi simbol kebanggaan nasional UEA dan sering digunakan untuk upacara kenegaraan, delegasi Megawati sempat berfoto bersama.

Tindak Lanjut Dialog 2025

Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, menjelaskan bahwa pertemuan kali ini adalah kelanjutan dari pertemuan yang telah dilaksanakan pada 15 Februari 2025 di Sea Palace, Abu Dhabi. Saat itu, Megawati didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan putra tertuanya, Mohamad Rizki Pratama.

“Pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada tahun 2025 lalu,” ujar Basarah saat melepas delegasi Megawati. Ia menambahkan, “Ibu Megawati bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, pada 15 Februari 2025 lalu, di Sea Palace, Abu Dhabi.”

Pembahasan Isu Palestina dan Undangan ke Bali

Dalam pertemuan sebelumnya pada 2025, Megawati dan Pangeran Khaled telah membahas berbagai hal, termasuk isu Palestina. Andi Widjajanto, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi Megawati terhadap kemajuan dan keindahan UEA. Ia juga menyebut Pangeran Khaled terkesan dengan apresiasi tersebut.

Advertisement

“Ibu Megawati menyampaikan apresiasi dan kekaguman atas kemajuan dan keindahan Uni Emirat Arab, khususnya bunga-bunga yang indah di Abu Dhabi. Pemandangan indah sangat mengesankan. Pangeran Khaled bin Mohamed bin Zayed sangat terharu dan senang atas apresiasi Ibu Megawati kepada UAE, karena kerja keras dan pencapaian yang diraih UAE selama ini dilihat secara positif, khususnya oleh Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Andi Widjajanto.

Pertemuan tersebut juga diwarnai nuansa kekeluargaan. Megawati mendoakan Pangeran Khaled yang diprediksi akan menjadi pemimpin tertinggi UEA di masa depan. “Pertemuan tersebut sangat penting dalam rangka mempererat hubungan bilateral kedua negara. Di samping itu, yang lebih penting, Pangeran Khaled akan menjadi Pemimpin Tertinggi UAE di masa mendatang. Sebab itu, Ibu Megawati mendoakan Pangeran Khaled semoga menjadi pemimpin yang sukses dan bijaksana di masa mendatang,” kata Andi.

Zuhairi Misrawi menambahkan bahwa Megawati mengundang Pangeran Khaled untuk mengunjungi Bali. “Ibu Megawati Soekarnoputri mengundang Pangeran Khaled untuk mengunjungi Bali, minimal seminggu, untuk menikmati keindahan alam dan keramahtamahan warga Bali. Bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, Bali mempunyai makna tersendiri, karena ibu Bung Karno berasal dari Bali. Sebab itu, jika berkunjung ke Bali, sebenarnya berkunjung ke rumah Ibu Megawati,” jelas Zuhairi.

Lebih lanjut, Megawati menyinggung isu Palestina, menekankan pentingnya perjuangan bersama untuk kemerdekaan Palestina. “Ibu Megawati juga menyampaikan concern Bung Karno pada kemerdekaan Palestina, khususnya pada Konferensi Asia-Afrika 1955. Kita harus berjuang bersama-sama untuk kemerdekaan Palestina, sebagaimana tertera dalam Dasa Sila Bandung,” ujar Misrawi.

Agenda Selanjutnya

Setelah pertemuan dengan Sheikh Khaled, Megawati dan rombongan dijadwalkan kembali ke hotel untuk menerima dan berdialog dengan Presiden Timor Leste, Ramos Horta.

Advertisement