Abu Dhabi – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, memperkenalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026. Ia menekankan bahwa meskipun masyarakat Indonesia beragam, bangsa ini memiliki satu tujuan, yaitu Indonesia Raya.
Pancasila sebagai Perekat Kebangsaan
“Dengan falsafah Pancasila yang bergotong royong dan ajaran Trisakti, bangsa kami memiliki semboyan juga ‘Bhinneka Tunggal Ika’, yang artinya meski kami berbeda-beda suku, agama, etnis, dan sebagainya, namun kami tetap memiliki satu tujuan yaitu yang disebut Indonesia Raya,” ujar Megawati di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (3/2/2026).
Megawati menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan sekitar 17.000 pulau. Ia juga menyebutkan keberagaman etnis, bahasa, agama, dan aliran kepercayaan yang ada di seluruh penjuru negeri.
“Jadi negara kepulauan kami itu adalah mempunyai pulau di sekitar 17.000 pulau. Kami juga mempunyai yang namanya suku bangsa yang jumlahnya kurang lebih 1.300 etnis dan ratusan bahasa daerah, enam agama, serta puluhan aliran kepercayaan,” imbuhnya.
Kepemimpinan dan Empati Sosial
Menyikapi kondisi kebangsaan yang beragam tersebut, Megawati menyatakan bahwa kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada kewenangan formal negara. Diperlukan pula kesadaran historis yang dipadukan dengan empati sosial dan kemampuan mendengarkan kehidupan rakyat.
Ia menceritakan pengalamannya berkeliling Indonesia sejak muda. “Dan saya melihat banyak sekali yang berbeda. Pandangan ini saya rasakan relevansinya secara nyata ketika memimpin Indonesia dalam masa transisi demokrasi yang rapuh pada awal dekade 2000-an,” kata Megawati.
Selama memimpin, Megawati mengungkapkan selalu mengedepankan pendekatan dialog dalam menangani konflik. Penyelesaian masalah melalui musyawarah, menurutnya, mampu meredakan ketegangan dan mencapai rekonsiliasi nasional.
“Dari pengalaman tersebut, saya semakin meyakini kebenaran bahwa Pancasila bukan sekadar ideologi formal, melainkan ideologi yang menjadi jiwa bangsa kami. Pancasila berfungsi sebagai dasar berpijak dan bintang penuntun ke mana arah dan perjuangan bangsa Indonesia,” pungkasnya.






