Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Minggu (02/02/2026) sore waktu setempat. Kedatangannya disambut hangat oleh Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri UEA, Saeed Bin Mubarak Al Hajeri, di bandara.
Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), didampingi oleh Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo. Turut hadir dalam penyambutan Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, serta sejumlah petinggi PDIP lainnya seperti Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, Kepala Badan Riset dan Analisa Kebijakan Strategis PDIP Andi Widjajanto, dan Ketua DPP PDIP Bidang Agama (non-aktif) Zuhairi Misrawi. Atase Pertahanan Indonesia di UEA, Brigjen TNI Tony Aris Setyawan, juga turut menyambut.
Saeed Bin Mubarak Al Hajeri, yang memiliki peran penting dalam mendorong agenda ekonomi global UEA dan mengawasi hubungan bilateral, khususnya di kawasan Asia-Pasifik, menyambut Megawati dengan ramah. “Selamat datang dan semoga menikmati kunjungan di UEA. Saya berharap bersedia mengunjungi beberapa tempat di Abu Dhabi,” ujar Saeed.
Perbincangan antara Megawati dan Saeed berlangsung dalam suasana yang cair. Saeed sempat melontarkan pertanyaan pribadi kepada Megawati mengenai perbandingan kasih sayang terhadap anak, cucu, dan cicit. Megawati menanggapi pertanyaan tersebut dengan tawa, menyebutnya sebagai sebuah rahasia. Saeed kemudian menduga bahwa Megawati lebih menyayangi cucu dan cicitnya, dengan alasan bahwa mereka lebih mencintai Megawati karena orang tua mereka pasti sangat disiplin.
“Mereka lebih mencintaimu karena orang tua mereka pasti sangat disiplin,” kata Saeed sambil tersenyum.
Percakapan berlanjut dengan Saeed yang menceritakan pengalamannya memiliki lima anak, di mana anak-anaknya lebih dekat dengan ibunya karena sang istri kerap memenuhi keinginan cucunya, termasuk memberikan cokelat. Momen tersebut disambut tawa lepas oleh kedua belah pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Megawati Soekarnoputri juga menjelaskan makna panggilan “Bung” yang kerap melekat pada Presiden Pertama RI, Soekarno. Menurutnya, panggilan tersebut berasal dari hati. “Orang yang memanggil dengan bung itu biasanya panggilan dari hati,” jelas Megawati.
Setelah pertemuan tersebut, Megawati beserta rombongan bergerak menuju hotel untuk beristirahat. Megawati sempat menyapa para jurnalis yang hadir sebelum melanjutkan agenda kunjungannya.






