Yogyakarta – Keberanian luar biasa ditunjukkan oleh Eviana Adiba Agustin, seorang mahasiswi di Yogyakarta, yang tak gentar mengejar dan bahkan memepet jambret berinisial WY (38) alias Koko alias Siheng. Aksi nekat ini dilakukan Eviana setelah ponselnya dijambret hingga terjatuh. Atas keberaniannya, Eviana diganjar piagam penghargaan dari Polresta Yogyakarta.
Apresiasi dari Polresta Yogyakarta
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, di Markas Polresta Yogyakarta pada Rabu (11/2/2026). Tidak hanya Eviana, apresiasi serupa juga diberikan kepada rekan Eviana, Ayunda, serta dua warga Pakel Baru, Fandy Yulianto dan Handoko, yang turut membantu menangkap pelaku.
“Kita memberikan apresiasi kepada mereka berempat. Luar biasa karena sudah membantu kepolisian, antisipasi pelaku kriminal. Kita memberikan piagam dan tali asih,” ujar Kombes Pol Eva Guna Pandia di Mapolresta Yogyakarta, seperti dilansir detikJogja.
Kapolresta menambahkan, penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri. “Ini merupakan suatu kebanggaan kita luar biasa, khususnya kepada masyarakat Jogja ataupun masyarakat yang berkuliah di Jogja bahwa sosialisasi yang selama ini kita laksanakan berhasil, yaitu yang pertama masyarakat harus bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, yang kedua membantu menjaga situasi kamtibmas Jogja agar selalu aman damai dan kondusif,” tuturnya.
Inisiatif Masyarakat Dihargai
Kombes Pol Pandia menjelaskan bahwa keempat orang tersebut dianggap telah berkontribusi signifikan dalam membantu tugas kepolisian memberantas kejahatan melalui inisiatif pribadi mereka.
Lebih lanjut, Pandia menegaskan bahwa Eviana dan rekan-rekannya tidak akan dikenakan pidana atas tindakan mereka memepet jambret hingga terjatuh. Pihak kepolisian juga tidak akan menerima laporan balik dari pelaku jika mencoba melaporkan korban.
“Tidak ada, tidak ada (korban tidak akan dipidana). Saya jamin tidak ada. Kita mengapresiasi mereka membela, benar kita apresiasi. (Jika pelaku melaporkan balik) akan kita tolak karena dia merupakan pelaku,” tegas Pandia.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara polisi dan masyarakat. “Tidak perlu khawatir, kalau masyarakat membantu kepolisian, kita akan apresiasi. Dan itu yang kita harapkan karena itu tadi, adanya sinergitas kita dengan masyarakat bahwa polisi itu adalah pelayan, pelindung, pengayom masyarakat,” pungkasnya.






