Arus lalu lintas di kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, terpantau padat di sejumlah titik pada Jumat (16/1/2026) malam. Personel Satlantas Polres Bogor disiagakan untuk mengurai kepadatan yang terjadi akibat penerapan rekayasa lalu lintas one way arah bawah sebelumnya.
Rekayasa One Way dan Dampaknya
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, menjelaskan bahwa antrean kendaraan masih terlihat di Simpang Gadog. Hal ini merupakan imbas dari pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way arah bawah yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.
“Untuk situasi arus lalu lintas saat ini masih terpantau adanya antrean di Simpang Gadog. Yang mana ini merupakan imbas dari pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way arah bawah yang kami berlakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB, kemudian dinormalkan kembali,” ujar Ardian.
Ia menambahkan, akibat penutupan tersebut, terjadi bottleneck atau penyempitan di Simpang Pasir Muncang. “Akibat penutupan tersebut, saat ini masih terpantau terjadi bottleneck di Simpang Pasir Muncang imbas daripada penutupan tadi karena one way. Namun demikian, Satlantas Polres Bogor masih menyiagakan 24 personel di Jalur Puncak ini,” tuturnya.
Dominasi Kendaraan Arah Puncak
Ardian menyebutkan bahwa arus kendaraan yang menuju Puncak, Bogor, masih mendominasi hingga malam ini. Untuk mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas akan terus diterapkan.
“Apabila dibutuhkan rekayasa lain, kami akan melaksanakan rekayasa one way sepenggal. Rekayasa (one way sepenggal) ini diterapkan di titik-titik hambatan atau trouble spot, seperti di Simpang Pasir Muncang agar kepadatan bisa segera terurai,” jelasnya.
Titik Kemacetan Malam Ini
Berdasarkan pengamatan anggota di lapangan dan CCTV, beberapa titik kepadatan terjadi di jalur trouble spot. Titik-titik tersebut meliputi:
- Simpang Gadog (depan Pos Hoegeng Gadog)
- Simpang Pasir Muncang (depan Pospol Gadog)
- Simpang Megamendung, akibat persimpangan dan aktivitas masyarakat yang masih tinggi.
- Jalan Hankam atau Simpang Lokawiratama, karena keluar-masuk kendaraan dari jalur alternatif.
- Kawasan Pasar Cisarua, yang masih memiliki aktivitas perekonomian.
- Simpang Taman Safari.
Kepadatan di titik-titik tersebut disebabkan oleh dominasi kendaraan arah Puncak serta lalu-lalang kendaraan yang keluar masuk persimpangan.






