Berita

LPDP Imbau Awardee Bijak Bermedsos Usai Pernyataan ‘Cukup Saya WNI, Anak Jangan’

Advertisement

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) angkat bicara terkait viralnya pernyataan penerima beasiswa berinisial DS yang menyebut ‘cukup saya WNI, anak jangan’. LPDP menyatakan akan berkomunikasi dengan DS untuk mengimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

LPDP Menyayangkan Pernyataan DS

Melalui unggahan di akun media sosialnya pada Sabtu (21/2/2026), LPDP menyatakan penyesalannya atas polemik yang dipicu oleh tindakan salah satu alumninya. LPDP menilai tindakan DS tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada seluruh penerima beasiswa.

“LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri,” tulis LPDP.

Kewajiban Pengabdian Alumni LPDP

LPDP menegaskan bahwa seluruh penerima beasiswa dan alumni LPDP wajib melaksanakan masa pengabdian. Dalam kasus DS, yang menempuh studi S2 selama dua tahun dan lulus pada Agustus 2017, kewajiban kontribusi di Indonesia adalah lima tahun (2 kali masa studi + 1 tahun).

LPDP menambahkan bahwa DS telah menyelesaikan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. “Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan,” jelasnya.

Advertisement

Permohonan Maaf dari DS

Menanggapi polemik tersebut, DS telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagramnya, @sasetyaningtyas, pada Jumat (20/2). Ia mengakui bahwa pernyataannya dilatarbelakangi rasa kecewa, namun langkah yang diambilnya keliru dan tidak tepat.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik,” ujar DS.

Ia menambahkan, “Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.”

Advertisement