Sebuah bencana tanah longsor melanda wilayah Perbukitan Menoreh, tepatnya di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Peristiwa yang terjadi pada Senin (12/1/2026) sore ini menyebabkan akses jalan antardesa di kawasan tersebut terputus total.
Akses Jalan Antardesa Lumpuh
Menurut salah seorang warga Tanjung, Desa Ngadiharjo, Susilo Fajar Prasetyo (33), longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. “Hujan deras disertai angin kencang. Pukul 15.00 WIB, mungkin kejadian longsor ini,” ujar Susilo, mengutip laporan detikJateng, Selasa (13/1/2026).
Titik longsor berada di lahan pertanian warga dengan ketinggian sekitar 4-5 meter dan lebar mencapai 10-15 meter. Material longsoran menutup seluruh badan jalan, melumpuhkan aktivitas warga yang bergantung pada akses tersebut.
Rumah Kepala Dusun Tertimbun
Selain menutup akses jalan, longsoran tanah juga dilaporkan menimpa rumah kepala dusun setempat. “Selain jalur yang ini, ada rumah tempatnya Pak Kadus, Pak Sriwoto (tebing longsor),” tambah Susilo.
Penanganan Sulit Dilakukan dengan Alat Berat
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, M Mansyur Wachdani, menyatakan bahwa penanganan longsor ini tidak memungkinkan dilakukan menggunakan alat berat. Hal ini disebabkan oleh kondisi medan dan akses jalan yang sangat sulit dijangkau oleh alat berat.
“Penanganan tanah longsor di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, yang menutup akses jalan tidak dimungkinkan menggunakan alat berat. Hal tersebut disebabkan kondisi medan dan akses jalan yang sulit sehingga tidak dapat dijangkau oleh alat berat,” jelas Mansyur.
Kondisi ini menyulitkan upaya pembersihan material longsor dan pemulihan akses jalan, sehingga penanganan kemungkinan akan dilakukan secara manual oleh tim gabungan dan warga.





