Jumlah pengguna internet di Indonesia terus melonjak, namun tantangan literasi digital, terutama dalam menghadapi hoaks dan penipuan online, masih menjadi pekerjaan rumah besar. Laporan profil internet Indonesia 2025 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, pada semester I-2025, pengguna internet nasional mencapai 229,43 juta jiwa. Mayoritas memanfaatkan internet untuk media sosial, komunikasi, dan mencari informasi melalui perangkat seluler.
Penetrasi internet di perkotaan mencapai 83,56%, sementara di pedesaan sebesar 76,96%. Kesenjangan ini terus menyempit berkat perluasan jaringan 4G dan pembangunan infrastruktur fiber optik. Namun, APJII juga mencatat masih ada masyarakat yang belum terkoneksi, dengan alasan utama keterbatasan perangkat (43,62%), ketidaktahuan cara menggunakan (40,77%), dan anggapan internet tidak memberikan manfaat signifikan (3,24%).
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan digital bukan hanya soal ketersediaan jaringan, melainkan juga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan internet secara aman dan produktif. Di tengah derasnya arus informasi, hoaks dan misinformasi menjadi ancaman nyata yang berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat, khususnya di daerah.
Kolaborasi Penguatan Literasi Digital
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng 35 organisasi dan asosiasi masyarakat dalam gerakan nasional literasi digital. Kerja sama ini merupakan langkah besar menghadapi ancaman keamanan digital, termasuk hoaks dan misinformasi.
“Edukasi digital tidak akan berhasil jika hanya dijalankan pemerintah. Yang paling dekat dengan masyarakat adalah komunitas. Ini bukan sekadar kepercayaan, ini penugasan,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam penandatanganan MOU di Jakarta, Jumat (21/11/2025). Atribusi ini menegaskan pentingnya peran komunitas dalam edukasi digital.
Peran Krusial Pegiat Literasi Digital di Akar Rumput
Di level akar rumput, individu pegiat literasi digital memegang peranan krusial. Mereka mendampingi masyarakat secara langsung di berbagai daerah, mulai dari mengedukasi cara memilah informasi di media sosial, mengenali ciri-ciri penipuan online, hingga membangun kebiasaan bermedia digital yang lebih bijak melalui forum warga, sekolah, maupun kanal digital lokal. Kehadiran mereka menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi hoaks dan misinformasi.
Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Menghargai Penggerak Ekosistem Digital Daerah
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital di daerah, detikcom menghadirkan Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Ajang ini memberikan penghargaan bagi individu, komunitas, maupun lembaga yang berkontribusi nyata dalam memperluas akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ajang ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan inovasi para penggerak komunitas digital sekaligus mendorong keterlibatan publik dalam memperkuat infrastruktur serta literasi digital hingga ke pelosok nusantara. Periode pengajuan nominasi Apresiasi Konektivitas Digital 2026 berlangsung dari 15 November 2025 hingga 28 Februari 2026. Masyarakat dapat mengajukan nominasi secara daring melalui laman http://detik.com/apresiasikonektivitasdigital dengan mengisi formulir dan memilih kategori nominasi yang sesuai.
Kategori Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital 2026
- Provinsi Pendorong Ekonomi Digital
- Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital
- Kabupaten Pelopor UMKM Digital
- Desa Digital Unggulan
- BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital
- Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan
- Sekolah Teladan Digital
- Pos Pertahanan Pendukung Konektivitas Digital
- Individu Pegiat Literasi Digital di Desa
- Individu Pejuang Internet Masuk Desa
- Individu Konten Kreator Lokal Kreatif
- Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital
- Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat
Melalui ajang ini, detikcom mengajak masyarakat untuk turut mengenalkan sosok dan komunitas inspiratif di sekitarnya yang telah berkontribusi nyata dalam memperluas konektivitas serta membangun literasi digital di Indonesia.
Simak juga video ‘Nicholas Saputra Sambut Baik Program Literasi Digital Kemkominfo’.





