JAKARTA – Gedung Jasindo di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, menjadi salah satu lokasi syuting film yang dibintangi aktor Korea Selatan, Ma Dong-seok, dan personel BLACKPINK, Lisa. Pemilihan lokasi bersejarah ini mendapat sambutan positif dari warga yang berkunjung ke objek wisata tersebut.
Aulia (20), salah seorang pengunjung, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas produksi film saat ia tengah berada di Kota Tua. “Aku enggak tahu (lagi ada syuting). Iseng aja ke sini soalnya sekalian nunggu teman,” ujar Aulia, Kamis (29/1/2026) sore.
Aulia sempat mendengar kabar bahwa Lisa BLACKPINK akan melakukan syuting di Indonesia, namun ia mengira lokasinya hanya di Bandung. “Soalnya yang aku tahu dia (Lisa) bakalan (syuting) di Bandung. Udah disewain satu tempat kan untuk berapa bulan gitu katanya di Bandung, enggak nyangka aja kalau di sini (juga),” tuturnya.
Meski demikian, perempuan asal Palembang ini mendukung penuh proses pembuatan film tersebut. Menurutnya, hal ini dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Kota Tua beserta nilai sejarahnya kepada khalayak yang lebih luas. “Jujur, kalau bener-bener di Indonesia, salah satu contohnya tuh kan di Bandung kan bagus banget ya untuk mengenalkan Indonesia ke pihak luar. Nah, apalagi kalau di Jakarta juga kayaknya bakal bagus, bakal menarik kan dengan sejarah-sejarah,” jelas Aulia.
Ia menambahkan, “Seperti Kota Tua ini kan banyak sisi sejarahnya, pasti bakalan dikenalin gitu lho. Orang-orang luar jadi tahu tempat kalau mau ke Indonesia mau ke mana aja, karena udah didatengin artis-artis luar.”
Hal senada diungkapkan Nastasya (15), yang juga tidak menyadari adanya syuting film saat berkunjung bersama rombongannya. Ia sempat mengira kerumunan orang asing yang dilihatnya adalah wisatawan asal Korea Selatan. “Baru tau banget. Pantes kok banyak orang-orang Korea dari tadi,” ucapnya.
Sementara itu, Ucup (34), pemilik usaha sewa sepeda ontel, berharap terpilihnya Kota Tua sebagai lokasi syuting dapat memberikan efek domino positif. Ia optimis hal ini akan mendongkrak popularitas Kota Tua, menggerakkan roda perekonomian lokal, serta mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Harapannya mudah-mudahan setelah tayang filmnya, banyak yang nonton, akhirnya orang bisa tertarik pengin ke Fatahillah,” harap Ucup.
Ucup mengakui bahwa tempat wisata tersebut saat ini mulai mengalami penurunan pengunjung, terutama setelah masa libur hari raya dan sekolah usai. “Sekarang-sekarang emang udah mulai sepi sih. Kan bule itu enggak setiap bulan juga ada,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Mudah-mudahan nanti, apalagi kalau ditayanginnya internasional bisa menarik penasaran orang luar negeri juga.”






