Murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026 dapat berlatih melalui simulasi mandiri secara daring. Simulasi ini dirancang untuk membantu calon peserta mengerjakan latihan soal sebagai persiapan menghadapi TKA.
Cara Mengakses Simulasi TKA SD dan SMP 2026
Untuk mengikuti simulasi, calon peserta dapat mengakses laman resmi yang disediakan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) Kemendikbudristek. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka.
- Pilih jenjang pendidikan (SD atau SMP).
- Pilih jenis mata pelajaran yang akan disimulasikan.
- Klik tombol “Mulai Simulasi”.
- Login menggunakan username dan password yang dimiliki.
- Konfirmasi data peserta dengan menuliskan nama peserta dan memasukkan tanggal lahir.
- Masukkan token yang diberikan.
- Klik “Submit” untuk melanjutkan ke konfirmasi tes TKA.
- Pastikan seluruh data yang ditampilkan sudah benar, lalu klik “Mulai” untuk memulai pengerjaan latihan soal TKA.
Jadwal Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026
Berdasarkan informasi dari akun Instagram Kemendikdasmen (@kemendikdasmen), berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026:
| Kegiatan | Jadwal |
| Pendaftaran | 19 Januari – 28 Februari 2026 |
| Simulasi |
|
| Gladi Bersih | 9 – 17 Maret 2026 |
| Pelaksanaan Utama |
|
| Pelaksanaan Susulan | 11 – 17 Mei 2026 |
| Pengolahan Hasil | 18 – 23 Mei 2026 |
| Pengumuman Hasil | 24 Mei 2026 |
TKA Tidak Wajib dan Tidak Menentukan Kelulusan
Melansir laman resmi Kemendikdasmen, TKA tidak bersifat wajib dan tidak menentukan kelulusan peserta didik. Tujuan utama TKA adalah untuk memberikan gambaran mengenai kondisi capaian akademik murid.
“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik murid secara adil, kontekstual, dan berkelanjutan.
“Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar,” jelas Toni.
Toni juga memastikan bahwa seluruh proses asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer. “Seluruh proses asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kondisi daerah. Mekanisme penyesuaian akan disiapkan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan,” tuturnya.






