Berita

Lima Tewas di Tambang Emas Bogor, Polisi Buka Posko Orang Hilang

Advertisement

Polisi mengonfirmasi lima orang meninggal dunia akibat insiden di lubang tambang kawasan Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kelima korban merupakan warga dari Kecamatan Sukajaya dan Nanggung.

Identitas Korban dan Proses Evakuasi

Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, menjelaskan bahwa tiga korban berasal dari Sukajaya, sementara dua lainnya adalah warga Malasari, Kecamatan Nanggung. “Lima orang, yaitu tiga warga Sukajaya dan kemudian dua warga Malasari, kecamatan Nanggung,” kata Ucup, Selasa (20/1/2026).

Proses evakuasi dilakukan oleh pihak kepolisian bersama PT Aneka Tambang (Antam). Evakuasi pertama berhasil membawa keluar tiga korban pada Minggu dini hari. “Kita melaksanakan evakuasi sampai dengan jam 04.00 WIB dini hari itu,” jelas Ucup.

Selanjutnya, dua korban lainnya berhasil dievakuasi pada malam hari, sehingga total lima jenazah berhasil diangkat dari dalam lubang tambang.

Pembentukan Posko Orang Hilang

Menyikapi informasi yang beredar mengenai kemungkinan masih adanya korban lain yang belum dievakuasi, polisi membentuk pos komando (posko) orang hilang. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi masyarakat melaporkan jika ada keluarga atau kerabat yang belum ditemukan.

“Sampai saat ini yang diberedar informasi di masyarakat luas banyak korban, namun sampai saat ini kita membuka ruang terbuka dengan masyarakat,” ujar Ucup.

Advertisement

Posko siaga didirikan di Polsek Nanggung dan berkoordinasi dengan Polsek Leuwiliang serta Polsek Cigudeg. Tiga titik lokasi posko ini diharapkan memudahkan pelaporan dari warga ketiga kecamatan tersebut.

“Posko ini supaya warga masyarakat dari tiga kecamatan ini bisa melaporkan sanak saudara atau keluarganya yang merasa kehilangan terkait dengan musibah yang sekarang terjadi ini,” bebernya.

Kendala Evakuasi Lanjutan

Proses evakuasi masih terus berlangsung, namun terkendala asap yang masih mengepul dari dalam lubang tambang. Asap tersebut menyulitkan petugas untuk masuk dan melanjutkan pencarian.

“Sebenarnya kami belum bisa tembus ke sana karena yang dijelaskan dari pihak Antam susah untuk menembus ke sana. Masih asap,” pungkas Ucup.

Advertisement