Berita

Kopi Keliling Aipda Sugeng: Inovasi Humanis Polri Dekatkan Diri dengan Warga Surabaya

Advertisement

Sebuah pemandangan unik tersaji di kawasan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, di mana seorang anggota polisi terlihat meracik kopi di atas sepeda sambil berdialog akrab dengan warga. Sosok di balik inovasi ini adalah Aipda Muhammad Sugeng Bin Wahhab, yang akrab disapa Cak Bhabin. Ia menggagas program KOBIN (Kopi Cak Bhabin) sebagai upaya mendobrak kekakuan hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Melalui konsep “kopi keliling”, Aipda Sugeng hadir di tengah pemukiman bukan untuk agenda razia, melainkan untuk mengajak warga menikmati kopi bersama dalam suasana santai. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan ruang dialog yang setara, di mana segelas kopi gratis menjadi jembatan untuk menyerap aspirasi, menerima keluhan, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara lebih informal dan efektif.

Inovasi KOBIN ini merupakan bagian dari strategi Ditbinmas Polda Jatim untuk mempererat hubungan polisi dan warga demi mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. Lebih dari sekadar membagikan kopi, program ini berfungsi sebagai wadah penyelesaian masalah warga secara kekeluargaan, mendorong warga untuk tidak sungkan melaporkan potensi kejahatan atau konflik internal di lingkungan mereka.

Apresiasi dari Wakil Rakyat

Efektivitas program KOBIN bahkan sampai ke telinga para wakil rakyat di Senayan. Dalam kunjungan kerja ke Wisata Kampung Batik Tulis Okra, Kranggan, Surabaya, pada 10 Februari 2026, jajaran Komisi VII DPR RI yang dipimpin oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memberikan apresiasi terhadap program kreatif ini.

“Mohon izin sedikit menjelaskan tentang KOBIN. KOBIN adalah salah satu sarana kami, Kopi Cak Bhabin, kita berkeliling kampung sebagai petugas khusus atau petugas pokok Bhabin Kamtibmas adalah sambang ke warga. Maka dari itu saat kita melakukan sambang ke warga kita dengan datang membawa gerobak KOBIN,” jelas Aipda Sugeng kepada perwakilan Komisi VII DPR RI.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, menanyakan apakah kopi tersebut diberikan secara gratis. Aipda Sugeng mengonfirmasi bahwa warga tidak perlu membayar sepeser pun. “Gratis,” ujar Aipda Sugeng. Pernyataan ini disambut positif oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati, yang menimpali, “Luar biasa.”

Diperkenalkan ke Kapolri

Program Kopi Cak Bhabin ini juga mendapat perhatian dari pucuk pimpinan Polri. Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat meninjau program KOBIN saat pameran Korbimas Baharkam Polri. KOBIN disebut terinspirasi dari budaya masyarakat Indonesia yang gemar mengonsumsi kopi.

Dalam peninjauan tersebut, Jenderal Sigit tampak mengamati peralatan yang digunakan oleh Bhabin dalam menjangkau masyarakat. Ia juga tersenyum dan menyalami Aipda Sugeng setelah mendapatkan penjelasan mengenai latar belakang program KOBIN.

“Terinspirasi dari kebiasaan atau budaya masyarakat Indonesia yang gemar sekali ngopi dari Polda Jawa Timur menginisiasi program Ngopi Bareng Cak Bhabin. Kopi dijadikan sarana oleh para Bhabin untuk mencairkan suasana. Dibuat sendiri oleh para Bhabin, mereka berkeliling ke desa-desa kemudian mengumpulkan para masyarakat,” ujar moderator dalam acara tersebut.

Advertisement