Berita

Konflik Kamboja-Thailand Memanas, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman Terkendali

Advertisement

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kamboja maupun Thailand dalam kondisi aman menyusul memanasnya kembali konflik antara kedua negara tetangga tersebut. Pasukan Kamboja dilaporkan kembali memborbardir wilayah perbatasan Thailand.

Situasi WNI Terpantau Aman

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyatakan bahwa informasi yang diterima hingga saat ini tidak menunjukkan adanya WNI yang terdampak dari insiden tersebut. “Informasi yang kami terima sejauh ini tidak ada WNI terdampak,” ujar Vahd Nabyl kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menambahkan bahwa Kemlu bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok terus memantau perkembangan situasi di wilayah perbatasan kedua negara. Hingga kini, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban serangan.

“Kemlu dan KBRI Bangkok senantiasa memonitor situasi konflik di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang terdampak serangan Kamboja di perbatasan,” tegas Heni.

Heni juga menjelaskan bahwa wilayah perbatasan tersebut bukanlah area dengan konsentrasi WNI yang tinggi. Mayoritas WNI di Thailand diketahui menetap di kota-kota besar seperti Bangkok, Chonburi, Khon Kaen, dan Chiang Mai.

Untuk memastikan keamanan, KBRI Bangkok mengimbau seluruh WNI yang berdomisili di Thailand, terutama yang berada di dekat wilayah perbatasan, untuk segera melakukan lapor diri di Perwakilan RI terdekat atau melalui portal Peduli WNI.

Advertisement

Konflik Perbatasan Kembali Memanas

Ketegangan antara Kamboja dan Thailand kembali meningkat setelah militer Thailand mengklaim pasukan Kamboja melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama sepuluh hari. Pasukan Kamboja dituduh membombardir provinsi perbatasan Thailand dengan mortir.

Militer Thailand dalam sebuah pernyataan pada Selasa (6/1) menyatakan, “Kamboja telah melanggar gencatan senjata pada Selasa pagi.” Mereka menuduh pasukan Kamboja menembakkan mortir ke provinsi Ubon Ratchathani di Thailand, yang menyebabkan seorang tentara Thailand terluka akibat pecahan peluru. Tentara tersebut dilaporkan sedang dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, demikian dilansir kantor berita AFP.

Perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini memang kerap memicu bentrokan militer. Pada pertempuran Desember 2025 lalu, konflik tersebut dilaporkan menewaskan puluhan orang dan memaksa sekitar satu juta orang mengungsi di kedua belah pihak. Gencatan senjata akhirnya disepakati pada 27 Desember 2025, mengakhiri tiga minggu bentrokan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, hingga berita ini diturunkan belum memberikan komentar terkait dugaan serangan pada hari Selasa (6/1) tersebut.

Advertisement